BI Perkenalkan Kebijakan Baru Sistem Pembayaran

oleh -96 views
SOSIALISASI. Kepala KPw BI Sulbar Budi Sudaryono memperkenalkan aplikasi QRIS di hadapan wartawan, Senin 19 Agustus 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Barat memperkenalkan Quict Response Indonesia Standar (QRIS), kebijakan baru Bank Indonesia dalam sistem pembayaran.

Sistem QRIS menerapkan standar code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet eletronik, mobile banking.

Kepala KPw BI Sulbar Budi Sudaryono mengatakan implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi penyelenggara jasa sistem pebayaran (PJSP).

“Peluncuran QRIS ini salah satu implementasi visi Saistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 yang dicanangkan pada Mei 2019 lalu,” kata Budi, Senin 19 Agustus.

Ia menambahkan QRIS mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung dan Langsung), bertujuan mendorong efisiensi transaksi, sehingga mempermudah masyarakat untuk melakukan transaksi.

“Kemudian mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia maju,” tambahnya.

Budi juga menyampaikan semangat peluncuran aplikasi ini sejalan dengan tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI, yakni SDM Unggul Indonesia Mamuju.

“QRIS UNGGUL itu mengandung makna, pertama Universal, pengguna QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat yang dapat menggunakan transaksi di domestik dan luar negeri,” ungkap Budi.

Sementara itu, lanjut Dedi, dengan adanya aplikasi ini masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.

“Transaksi dengan QRIS itu menguntunkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel,” bebernya.

Selain itu, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika. Sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran, sehingga QRIS disusul Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), menggunakan standar internasional EMV Co 1. Untuk mendukung interkoneksi instrumen pembayaran yang lebih luas dan mengakomodir kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara.

“Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR code payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (costumer) ketika melakukan transaksi pembayaran,” tandasnya.

Sekedar diketahui, sebelum siap diluncurkan spesifikasi teknis standar QR code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama di bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua bulan April hingga Mei 2019. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *