Perspektif Mamuju: Sutinah Kita Kunci jadi 01

oleh -188 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Direktur Perspektif Mamuju, Yuslifar Yunus menegaskah bahwa Siti Sutina Suhardi didesain untuk maju sebagai calon bupati (01) pada perhelatan pilkada Mamuju.

Hal tersebut, disampaikan saat melaunching Perspektif Mamuju di Warkop Teras Jl. Pababari Mamuju, Minggu malam 18 Agustus.

Adapun, Perspektif Mamuju merupakan sebuah wadah dari teman dan relawan Sutina yang melakukan pendampingan dengan menciptakan dan menawarkan gagasan untuk bagaimana membangun Bumi Manakarra kedepan.

“Untuk menjawab pertanyaan yang berseliweran diluar, melalui kesempatan ini kami tegaskan, bahwa ibu Sutina akan maju sebagai 01, memang kami desaij untuk menjadi 01. Jadi kita sudah mengunci, menjadi 02 (wakil bupati) itu sudah tidak ada dibenak kami,” tegas Yuslifar.

Ia menambahkan dengan melihat hasil survei yang ada, elektabilitas Sutina terus meningkat, sehingga opsi untuk menjadi 02 itu bukanlah suatu yang akan dipilih. Bahkan pihaknya sudah melakukan komunikasi politik ke sejumlah tokoh.

“Kami juga melakukan komunikasi ke berapa tokoh yang selama ini cukup mempunyai peran penting untuk urusan politik dan semua setuju (Sutina sebagai 01),” tambahnya.

Yuslifar juga meyakini dengan launcingnya Perspektif Mamuju ini elektabilitas atau trend dari Sutina akan semakin meningkat. Apa lagi dalam melakukan pendampingan ini, Perspektif Mamuju menggandeng Logos Politika yang dikomandoi oleh Maenunis Amin.

Ditempat yang sama Direktur Logos Politika Maenunis Amin menyebut Sutinah Suhardi memiliki segmen lebih dinamis dan ruang gerak yang lebih luas dibanding petahana pada Pilbup Mamuju 2020 mendatang.

“Jika popularitas petahana yang diatas 80% tapi elektabilitasnya masih dibawah 50%, maka itu berarti trennya tidak luar biasa. Ini sangat menguntungkan bagi Sutinah, ruang geraknya bisa lebih luas dan masih banyak segmen yang leluasa dimainkan,” Jelas Maenunis

Mantan dosen ilmu politik ini juga menyebut, pernyataan Bupati Mamuju yang menepis isu jilid II menjadi indikator penting mengukur kekuatan kedua petahana.

“Habsi Wahid tidak menginginkan jilid II, artinya Irwan Pababari sudah dianggap kontraproduktif. Sampai disini, kita dengan mudah bisa menyimpulkan bahwa pemerintahan keduanya memang tidak harmonis. Selain itu, Habsi belum yakin dengan jilid II untuk bisa memenangkan Pilbup Mamuju 2020,” ucap Maenunis.

Menjawab sejumlah awak media yang mempertanyakan data yang menjadi pegangan, konsultan politik yang ditunjuk mendampingi Sutinah ini memastikan bahwa semua figur bergerak berdasarkan data.

“Semua figur yang ingin maju di Pilkada Mamuju pasti sudah memiliki data untuk bergerak. Habsi ketika mengeluarkan kriteria calon di luar Irwan Pababari, itu pasti berdasarkan data. Begitu juga dengan Perspektif Mamuju ketika mengunci Sutinah sebagai calon Bupati, itu pasti berdasarkan data juga,” tegasnya.

Maenunis memprediksi pada September sampai November 2019, semua figur yang ingin maju sudah akan memiliki data terbaru. Ia berharap pada bulan itu, sudah ada penyajian data dari masing-masing pihak untuk diuji bersama di depan publik. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *