Kisah Bripda Yusran, Pegiat Pustaka Keliling Dinobatkan jadi Pahlawan Literasi

oleh -342 views
Bripda Yusran saat melakukan pustaka keliling di sekolah.

Berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya minat baca dan tingkat buta huruf yang masih tinggi, mendorong anggota Polisi di Mamasa giat melalakukan pustaka keliling. Dia adalah Bripda Yusran (25), Bhabimkamtimas Polsek Tabulahan, Polres Mamasa.

Di sela-sela melaksanakan tugasnya sebagai anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), ia sesekali meluangkan waktunya ke sekolah-sekolah untuk mengajak murid-murid membaca buku.

Dengan suka dan rela, itu dilakukan Yusran jauh di pelosok wilayah tugasnya. Di pelosok terpencil itu, Bripda Yusran berbaur dengan anak-anak, memberikan buku bacaan, serta mengajarkan membaca bagi anak yang masih melek huruf.

Tugasnya sebagai Bhabinkamtibmas di Polsek Tabulahan, membuatnya harus bisa selalu dekat dengan warga, termasuk anak sekolah. Meskipun hanya beberapa jam mereka menyempatkan membaca buku-buku, namun dia berharap, dengan adanya kegiatan itu anak-anak akan gemar membaca dan buta huruf bisa berkurang.

Kegiatan yang dilakukan Yusran cukup menginspirasi banyak orang, bahkan beberpa waktu lalu, Kapolres Mamasa, AKBP Arianto menginstruksikan kepada semua Bhabimkamtimas untuk melakukan hal yang sama.

Karena keikhlasan dan ketekunannya itu, Yusran akhrinya dinobatkan oleh Kepala Polisi Daerah Sulbar menjadi pahlawan literasi bagi pelosok desa. Yusran mendapat penghargaa dari Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar sebagai pahlawan literasi, bertepatan upacara peringatan HUT RI 17 Agustus lalu.

“Alhamdulillah saya dapat penghargaan dari komandan,” kata Yusran, Selasa 20 Agustus.

Yusran menjelaskan, Polri harus Promoter (profesional modern dan terpercaya), sebagai anggota Polri ia ingin memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Tentu dengan melakukan upaya menumbuhkan minat baca yang ada di wilayah tugasnya, melalui pustaka keliling.

Sebelumnya, kata Yusran, ia melakukan kegiatan itu karena terinspirasi dari taman baca yang ada di Polda Sulbar. Menurutnya, mungkin disemua kantor kepolisian terdapat taman baca yang sama, tetapi tidak menjangkau pelosok-pelosok.

Dengan demikian ia terinspirasi untuk melakukan pustaka keliling dengan motor dinasnya.

“Saya melihat taman baca tidak menjangkau di plosok desa. Makanya saya berinisiatif untuk mengadakan perpustakaan keliling,” tutur Yusran.

Selain itu, yang mendorong Yusran untuk melakukan kegiatan itu, karena di wilayah tugasnya tidak ada akses telekomunikasi. Belum lagi minimnya sarana dan prasarana seperti perpustakaan sebagai tempat baca bagi anak-anak.

“Ini yang mendorong saya untuk berbuat,” pungkasnya (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *