Pemdes Patambanua Diminta Perhatikan Jalan Desa

oleh -205 views
MEMPRIHATINKAN. Warga Dusun Bombang, Desa Patambanua, Polewali Mandar terpaksa menandu keluarganya akibat akses jalan yang belum memadai.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat, menyayangkan kasus pasien ditandu yang terjadi di Dusun Bombang, Desa Patambanua, Polewali Mandar.

Koordinator Tim PVL Ombudsman RI Sulbar, Sekarwuni Manfaati setelah mengetahui kejadian ini langsung melakukan reaksi cepat berkordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Sekarwuni Manfaati menjelaskan kejadian ini bermula ketika ada salah seorang warga yang sakit dan harus dirujuk ke Puskesmas. Namun akses jalan menuju Dusun Bombang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat sehingga pasien ditandu keluar sampai ke ujung jalan tempat ambulans menunggu.

“Sebenarnya sudah ada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kecamatan Bulo, Pustu di Desa Patambanua dan Bidan Desa, hanya saja akses jalan yang menghubungkan antara dusun khususnya di dusun Bombang ini belum memadai,” jelas Sekarwuni.

Terkait kejadian Tim Ombudsman meminta kepala desa Patambanua memperhatikan kondisi pelayanan publik di daerahnya, utamanya perbaikan infrastruktur jalan.

“Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke Desa Patambanua untuk melihat lebih dekat kondisi pelayanan dasar yang ada di sana,” kata Sekarwuni.

Secara kelembagaan juga Ombudsman RI Sulawesi Barat meminta Bupati Polewali Mandar memberikan perhatian atas kondisi ini. Sebab beberapa pengakuan warga kejadian bukan yang pertama tapi sudah berulangkali terjadi.

Terkait munculnya kejadian pasien ditandu melalui postingan salah seorang netizen di media sosial. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat Lukman Umar, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang senantiasa ikut mengawal dan mengawasi pelayanan publik.

“Perbaikan pelayanan publik membutuhkan peran serta semua pihak, utamanya pengguna layanan publik sebab kami sadari betul, mata dan telinga sangat terbatas sehingga senantiasa mengharap keterlibatan semua pihak,” ungkap Lukman. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *