BPOM Sita 2.806 Pieces Produk Ilegal

oleh -191 views
PRODUK BERBAHAYA. Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawati memegang produk sitaan saat jumpa pers, Rabu 21 Agustus 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju menyita ribuan kosmetik ilegal. Jumlahnya ada 226 item dengan total 2.806 pieces bernilai ekonomi Rp132 juta lebih.

Penyitaan ini dilakukan dalam rangka kegiatan aksi penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau berbahaya yang berlangsung selama dua hari, tanggal 14 hingga 15 Agustus.

Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawati mengatakan berbagai jenis produk yang disita diantaranya kosmetik yang ditemukan seperti, skin care, toner, sabun, lipstik, masker muka, lip cream, maskara, susu belut (penambah berat badan) hingga parfum milik maskapai Garuda.

“Parfum ini ilegal, punya garuda untuk parfum toilet, kemudian dijual di pasar gelap. Artinya ini produk ilegal karena tidak diperjualbelikan. Dikemasannya jelas tertulis tidak diperjual belikan. Untuk susu belut itu tidak ada izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya,” kata Netty.

Ia menambahkan produk yang disita berasal dari tiga distributor besar yang berjualan di pasar-pasar Mamuju. Untuk identitasnya pihaknya sudah mengantongi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kami tidak turun sendiri, tetapi melibatkan Kepolisian dan Dinas Kesehatan. Identitas pelaku sudah kami kantongi, untuk pidananya kami akan melakukan uji laboratorium dan akan diserahkan ke pihak Kepolisian,” tambahnya.

Netty juga menyampaikan pihaknya masih akan menelusuri jaringan penjualan kosmetik ilegal ini hingga ke distributor yang lebih besar lagi dengan berkordinasi bersama BPOM Pusat. Karena, temuan ini adalah petunjuk awal untuk penelusuran lebih jauh kedepan.

“Ini penelusuran digital dan ditelusuri ke lapangan dan diteruskan ke fisiknya. Masih berproses (pidananya), karena kita libatkan polisi. Sementara masih kita inventarisir dan pengamanan barang bukti, kemudian dilapor ke pusat,” ungkap Netty.

Selain itu, lanjut Netty, pihaknya sangat terbuka jika ada niat baik para pengusaha yang ingin mendaftarkan produknya di BPOM. Sehingga tidak menjual barang ilegal.

“Kita akan bimbing dan lakukan sesuai prosedur jika ada niat baiknya untuk mendaftarkan produknya ke BPOM. Tapi kita juga akan tegasi yang tidak memiliki izin dari BPOM,” ujar Netty.

Sementara, Bendahara BPOM Mamuju Lukman menuturkan institusinya tidak akan main-main menindak pelaku kejahatan dengan menjual bahan kosmetik ilegal. Dia mengimbau agar para penjual atau yang ingin usaha kosmetik agar menaati aturan.

“Yang dijual harus memiliki izin edar. Dan untuk usaha kosmetik rumahan atau tradisional silakan konsultasi, datang ke BPOM untuk urusan izin edar dan izin lainnya,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *