Kapal Cargo Kandas di Perairan Rangas

oleh -280 views
KANDAS. Sebuah Kapal Cargo KM Rik nomor 02, kandas di perairan Tanjung Rangas Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae, setelah terseret gelombang tinggi, Kamis 22 Agustus 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Sebuah Kapal Cargo KM Rik nomor 02, kandas di perairan Tanjung Rangas Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae, setelah terseret gelombang tinggi, Kamis 22 Agustus.

Kapal cargo yang tidak bermuatan itu, masih terjebak dalam perangkap pasir dan karang, diduga mengalami gangguan mesin sehingga mudah terseret angin dan arus air ke perairan dangkal, yang dipenuhi pasir dan batu karang.

Kapal berkapasitas 1.200 ton yang di Nakhodai Tri Tirana Putra dengan 13 Anak Buah Kapal (ABK), hingga kini masih kandas dan terus menjadi tontonan warga sekitar Pantai Rangas.

Petugas Syahbandar Ilham mengatakan, kapal cargo rencananya akan segera ditarik, jika cuaca mulai membaik.”Kita lihat dulu cuaca dan kondisi mesin kapal, kalau memang sudah memungkinkan, ya kita usahakan ditarik menggunakan tuugboad,” ujarnya.

Salah satu ABK Kapal cargo Wira menyebut, kapal yang dikendarainya itu, berangkat dari Donggala pada Senin 20 pekan ini, dengan tujuan ke Pangkep Sulawesi Selatan, namun setelah di perairan Rangas mesin mengalami gangguan.

“Pas di perairan Rangas, kapal terseret ombak dan angin, akhirnya kandas di karang, padahal rencana kami mau menepi di pelabuhan Passarang, bahkan kami juga sempat menghubungi Syahbandar, untuk minta petunjuk,” terang Wira.

Untuk penyebab kandas kata Wira, awalnya diduga mengalami bocor, tapi ternyata gangguan mesin.”Alhamdulillah, tidak ada kerusakan dan semua awak selamat, seandainya mesih tidak rusak,
mungkin tadi subuh kami sudah ada di Pangkep, tak lupa juga kami menyampaikan terima kasih kepada pak lurah dan warga disini yang sudah membantu kami,” ucapnya.

Pantauan di lokasi, empat orang ABK kapal yang berasal dari Makassar, Selayar dan Maluku, dan akan berangkat ke tempat asalnya, sambil menunggu cuaca membaik, sementara nakhoda bersama tujuh ABK masih tetap berada di kapal. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *