Melalui LKM, CSR Astra Bantu Masyarakat Kembangkan Usaha

oleh -377 views
Gani dibantu karyawan melakukan aktivitas sehari-hari sebagai pandai besi, di tempat usaha UD Gani Sejaterah yang merupakan salah satu usaha binaan Lambaga Keuangan Mikro (LKM) Astra Agro Lestari di Dusun Sempo, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Jumat 23 Agustus 2019.

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Gani (33) menjadi salah satunya pengerajin besi yang merasa usahanya berbuah manis sejak menjadi binaan Lembaga Keuangan Mikro Mitra Surya Sejahtera (LKM MSS).

Usahanya ini dimanajemeni lansung sang istri dan memiliki dua karyawan di bawah usaha dagang (UD) Gani Sejaterah. Gani juga terjun langsung bertindak sebagai kepala tukang yang memanaskan logam dan besi menjadi alat kebutuhan masyarakat, seperti parang, pisau, dodos, cangkul tombak, mata loading, dan beberapa jenis alat lainnya, lalu memasarkannya sendiri dirumahnya.

“Usaha ini saya lakukan sejak tahun 2006 dan sempat berjalan tiga tahun, tapi kami belum merasakan hasilnya. Nanti sejak menjadi salah satu binaan LKM Astra Agro Lestari, saya sendiri kaget dan bersyukur alhamdulillah. Untuk menyuplai kebutuhan petani kelapa sawit yang bertebaran di Pasangkayu dan Karossa, Mateng, sudah bisa bersaing dengan alat pertanian yang selama ini diimpor dari Malaysia,” kata Gani saat ditemui di tempat usaha, di Dusun Sempo, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu, Jumat 23 Agustus.


Pengusaha ayam petelur UD Devika Telur, Dedi Irawan didampingi Manajer Operasional Lembaga Keuangan Mikro Mitra Surya Sejahtera (LKM MSS), Reynold foto bersama.

Ia mengakui, sebagai pengembang usaha dalam binaan LKM, bukan hanya pinjaman dana saja, tetapi mulai dari pola pikir dalam pengembangan usaha hingga manajemen pembukuan diajari dan diberikan sosialisasi lansung dari LKM.

Saat ditanya mengenai omset penghasilan rata-rata perbulan, Gani dengan percaya diri menjawab, untuk tahun ini periode Januari hingga Juni mencapai Rp25 juta rata-rata per bulan. Dan pada bulan kemarin yakni Juli melebihi dari rata dan tembus hingga Rp29 juta.

“Kalau untuk omset pertahun nya, dari tahun 2010 hingga 2018, alhamdulillah pernah mencapai Rp356 juta di tahun 2015. itu selain hasil produksi kami juga menerima perbaikan seperti parang dan alat panen sawit, kemungkinan dari jumlah itu semualah hingga bisa mencapai yang saya sebut tadi,” tambah Gani.

Hal yang sama dirasakan oleh Dedi Irawan (30), pengusaha ayam petelur sejak tahun 2011 yang kini sudah menghampiri 3.000 ekor ayam petelur, di Dusun Kalaka, Desa Sarudu, juga Kecamatan Sarudu.

Dengan mempekerjakan empat orang termasuk dua kepala keluarga. Dedi merasa kesuksesannya sebagai pengusaha ayam petelur selama delapan tahun ini, tidak terlepas dari bantuan dari LKM milik Astra, yang berkantor di Sarudu yang tak henti-hentinya memberikan dukungan dan serta cara pandang berusaha.

Dedi menyebutkan, jika usaha ayam petelurnya sudah berpenghasilan Rp800 ribu bersih perhari, dikarenakan sudah bisa menjual 50 sampai 60 rak. Itu sudah keluar biaya pakan dan gaji karyawan, yang artinya bisa mencapai Rp27 juta perbulannya.

“Saya harus akui jika kerjasama yang lakukan LKM dengan beberapa usaha binaan adalah bantuan modal dan pendampingan teratur. Saya ingat sekali, waktu pertama kali buka usaha ini, LKM lah yang mengajak saya, dengan modal dan hanya bisa menyediakan satu kandang kecil diisi 900 ekor ayam petelur. dan kini sudah mempunyai dua kandang besar yang dapat mengisi 2.700 ekor ayam petelur,” jelas Dedi.

Manajer Operasional LKM MSS, Reynold menyampaikan UD Gani Sejahtera merupakan salah satu dari empat kerajinan warga yang mereka bina. Lainnya adalah peternakan ayam petelur, pembuatan tempe tahu, kue brownies dan pembuatan batu bata.

Menurut Reynold, Gani Sejahtera salah satu yang paling berhasil. Itu juga diakui pihak perusahaan sendiri lewat Commodity Development Officer (CDO) PT Surya Raya Lestari, anak perusahaan dari PT AAL, Silmi Natar.

“Kita mensupport masyarakat sekitar agar bisa lebih maju. Koperasi atau LKM ini juga menghimpun dana masyarakat untuk modal pinjaman dengan bunga terjangkau,” kata Reynold.

Saat ini, koperasinya mengelola dana Rp10 miliar lebih dengan anggota mencapai 2.350 orang. Salah satu yang kerap meminjam modal untuk pengembangan usaha adalah Abd Gani, yang kini menjadi percontohan home industri binaan PT Astra Agro Lestari dan telah memperlihatkan hasil positif. (ndi/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *