Kelapa Sawit, Primadona yang Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

oleh -330 views
Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa saat menerima tokoh masyarakat di ruang kerjanya, Kamis 22 Agustus 2019.

PASANGKAYU, SULBAR EXPRESS – Kabupaten Pasangkayu tergolong terik. Tapi menjelang sore, kala matahari makin bergulir ke barat hingga panasnya tak lagi menyengat, warga perlahan-lahan mulai tampak lalu lalang. Ngopi di warung, bermain, bercengkerama atau sekadar foto-foto dengan latar fasilitas yang disiapkan pemerintah kabupaten di taman-taman.

“Fisik kabupaten terus kita bangun,” kata Bupati Pasangkayu, Ir. Agus Ambo Djiwa, ketika ditemui di kantornya, Jumat (23/8).

Tidak hanya pembangunan jalur transportasi maupun fasilitas umum lainnya. Ia bahkan tengah menggodok percepatan pembangunan kawasan yang ia pimpin ini dengan konsep “Agro Smart”. Dalam waktu dekat, katanya, melalui penggunaan teknologi 4.0, industri perkebunan dan pertanian di wilayahnya diupayakan tumbuh lebih pesat.

“Kita bisa mengetahui potensi, kondisi fisik lahan, cuaca, curah hujan, kandungan tanah, dan sebagainya cukup dengan mengakses teknologi itu,” katanya.

Ini dilakukan mengingat sektor pertanian dan perkebunan merupakan penyumbang terbesar pedapatan daerah. Dalam sepuluh tahun terakhir, menurut Agus, kabupatennya berkembang. Pemicunya karena investasi yang masuk. Ruang-ruang ekonomi terbuka, perputaran uang sangat besar.

Mengacu pada lima indikator kemajuan daerah, menurutnya, Kabupaten Pasangkayu di atas rata-rata. Income perkapita yaitu Rp 52 juta, pertumbuhan ekonomi sangat bagus, kemiskinan cuma 4,6 persen; pengangguran 1,4 persen. Semua berada di posisi tertinggi seprovinsi Sulbar. “Ini karena adanya industri sawit di sini,” kata Agus.

Kabupaten Pasangkayu memang dikenal sebagai kawasan yang banyak mengundang investor industri kelapa sawit. Ada beberapa perusahaan yang beroperasi di sana, termasuk Grup Astra Agro Lestari yang mulai berkiprah di awal 1990-an.

Di Sulbar ini Grup Astra mendirikan beberapa perusahaan, yaitu PT Pasangkayu, PT Letawa, PT Mamuang, PT Lestari Tani Teladan, PT Suryaraya Lestari. Bahkan Grup Astra sudah mulai masuk ke sektor hilir mendirikan pabrik pengolahan minyak mentah menjadi bahan baku minyak goreng di Tanjung Bakau, Pasangkayu, yaitu PT Tanjung Sarana Lestari.

Masyarakatnya senang, menurut Agus. Bukan semata karena komoditasnya memiliki pasar luas hingga ekspor ke luar negeri, melainkan juga lantaran dari sisi budi daya tanaman ini sangat mudah, tahan hama penyakit, dan masyarakat petani sawit bisa panen setiap minggu.

Perusahaan pun akomodatif dan sangat mendukung kemunculan petani-petani sawit yang sejahtera. Dukungan itu dilakukan baik dengan menjalin kemitraan, transfer pengetahuan tentang teknik perawatan serta cara panen, maupun kemudahan-kemudahan berupa pinjaman dana dan pasokan pupuk.

Usaha perkebunan kelapa sawit, diakuinya, memang membutuhkan dana besar, dan perusahaan memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui beragam program corporate social responsibility dan kemitraan.

Melihat potensi dan dampak industri kelapa sawit, ia optimistis prospek serta peran kelapa sawit untuk kemajuan wilayah maupun kesejahteraan masyarakat sangat besar. “Kita akan jadikan sawit ini sebagai komoditas unggulan kita,” tegas Agus.

Ia berharap daya saing komoditas ini semakin meningkat, bahkan akan lebih menguntungkan bila berkembang ke sektor hilir lalu muncul merek lokal Kabupaten Pasangkayu untuk memenuhi kebutuhan pasar minyak kelapa sawit.

Harapan itu coba diwujudkan dengan menggandeng industri. Diskusi, komunikasi dan kerja sama terus dibangun supaya cepat ditemukan solusi atas setiap permasalahan yang mengganjal. Termasuk dengan memberi pemahaman kepada masyarakat sehingga pola pikir mereka pas dan seiring dengan peran industri. Salah satunya, industri perkebunan kelapa sawit.

“Sawit primadona yang sangat menjanjikan buat kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *