Henrika DPRD Mamasa Tolak Pin Emas

oleh -105 views
PENYAMATAN. Para anggota DPRD Sulbar diberikan penyamatan Pin Emas, Rabu 28 Agustus 2019.

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Henrika Sua’tasik merupakan anggota DPRD Mamasa baru terpilih mewakili dapil Mamasa III dari Partai Solidaritas Indonesi (PSI), periode 2019-2024 menolak diberikan pin emas.

Dari 30 anggota DPRD Mamasa yang telah resmi dilantik, pada Rabu kemarin, hanya Henrika yang berani menolak diberikan pin berbahan emas. Pin emas dengan berat 10 gram seharga Rp. 8.000.000 itu ia tolak dengan alasan intruksi pimpinan partai yang diketuai Grace Natalie.

Anggota DPRD Mamasa Henrika mengungkapkan, dirinya menolak pin emas dan mengusulkan diberikan pin yang berbahan logam kuning.Hal itu dilakukan karena pemberian dan penggunaan pin emas dianggap hanya pemborosan anggaran.

“Kita lebih mengutamakan kinerja, tanpa emaspun kita juga tetap bisa menjalankan tugas,” kata Henrika saat dikonfirmasi usai pelantikan, Rabu 28 Agustus.

Senada itu, Ketua DPC PSI Kabupaten Mamasa, Setriawan menjelaskan, penolakan pin emas itu berdasarkan instruksi dari DPP PSI. Dimana kurang lebih 80 anggota DPRD tingkat satu dan dua di seluruh wilayah Indonesia menolak diberikan pin emas.

“Ini karena pengadaan pin emas terlalu mahal, sehinggap dianggap pemborosan anggaran,” ucap Setriawan.

Setriawan juga menyampaikan entah emas atau bukan, itu tidak akan menurunkan dan mengangkat wibawah anggota DPRD.

“Semoga ini tidak dilakukan hanya karena intrusksi pimpinan partai tetapi, langkah awal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” ungkap Setriawan.

Penolakan ini kata lanjut Setriawan, telah dilakukan secara resmi dengan menyurat kepada Sekretaris Dewan, Alexy Losong.

Hal itu dibenarkan Sekretaris DPRD Mamasa Alexy Losong. Ia menerangkan, dari 30 aggota DPRD yang baru saja dilantik, hanya satu orang yang menolak pin emas itu,
“Hanya ibu Henrika yang menolak,” terang Alexy.

Terkait pin emas yang sedianya biberikan kepada Henrika, Alexy mengaku akan dijadikan sebagai aset dewan.

“Anggarannya ini dari APBD, jadi akan kita jadikan sebagai aset,” tandasnya. (sam/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *