Kader Posyandu Ujung Tombak Pencegahan Stunting

oleh -251 views
SAMBUTAN. Bupati Majene Fahmi Massiara menyampaikan sambutan pada penguatan posyandu dalam pemberdayaan masyarakat untuk penurunan dan pencegahan stunting, di ruang pola Kantor bupati Majene, Rabu 28 Agustus 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk menekan angka stunting dengan berbagai program, diantaranya intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang melibatkan lintas sektor terkait.

Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) sebagai ujung tombak pelayanan diharap dapat bekerja sama dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan termasuk kader kesehatan dalam melakukan beberapa inovasi di lapangan melalui tindakan promotif dan preventif.

“Stunting terjadi lantaran kekurangan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan, mulai bayi dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun. Karena itu, Puskesmas harus bisa memberikan penguatan pencegahan stunting di wilayah tugasnya,” papar Fahmi pada kegiatan penguatan posyandu dalam pemberdayaan masyarakat untuk penurunan dan pencegahan stunting, di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Rabu 28 Agustus.

Kepala Dinas Kesehatan Majene dr Rahmat Malik menjelaskan, kegiatan penguatan posyandu untuk memberikan pemahaman tentang peran dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di daerah tugasnya.

“Peran dan tugas kader dalam pengelolaan posyandu, tentu melaksanakan pencegahan stunting dan menjadikan penggerak penyuluh dan pencatat sederhana dalam mendukung pencegahan stunting di posyandu,” terangnya.

Ia mengatakan, Pemkab dan TP-PKK Majene bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin Makassar dalam menyelenggarakan kegiatan orientasi penguatan posyandu dan pemberdayaan masyarakat serta pencegahan stunting 2019.

“Ini untuk memberikan penguatan kepada kelembagaan posyandu dalam mencapai keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Selain itu, kader posyandu sebagai ujung tombak tenaga pemberdayaan masyarakat yang bertugas meningkatkan kualitas dan kuantitas posyandu termasuk upaya pencegahan stunting di wilayahnya,” tandasnya.

Para peserta yang hadir, terdiri dari para keder posyandu dengan menghadirkan Dekan Fakultas FKM Unhas dr Arsyad sebagai narasumber.(hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *