Produk Lokal Potensi Dikembangkan Keseluruh Dunia

oleh -201 views
RAKERCAB. Bupati Majene Fahmi Massiara foto bersama pengurus BPD HIPMI Sulbar dan BPC HIPMI Majene, di ruang pola kantor bupati Majene, Jumat 6 September 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Para pengusaha harus jeli dan piawai melihat kondisi serta situasi lingkungan. Sebab dunia usaha kini mulai didominasi para kaum milenial atau kaum muda seperti pemilik Facebook, Gojek dan Youtube.

“Peluang usaha saat ini berawal dari muda dan mempunyai keinginan jiwa bisnis yang sangat kuat,” tutur Bupati Majene Fahmi Massiara, pada Rakercab dan Diklatcab BPC HIPMI Majene 2018-2021 dan Seminar Kewirausahaan, di Ruang Pola Bupati Majene, Jumat 6 September lalu.

Dikatakan, terdapat beberapa peluang bisnis dalam skala kecil di wilayah Majene, salah satunya mengembangkan usaha dibidang perikanan melalui ikan terbang yang banyak dipasarkan di Kecamatan Sendana.

“Pengembangan produk lokal seperti ikan terbang ini bukan hanya pada tempat wisata kuliner, tapi bisa juga dibuat menjadi produk yang dapat dipasarkan keseluruh nusantara bahkan ke seluruh dunia,” paparnya.

Sementara, Panitia Pelaksana Rahmat Hidayat mengatakan, Diklatcab mengambil tema ‘Sinergitas Pengusaha Muda Perbankan dan Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Perekonomian Daerah’.

Ini dimaksudkan agar kedepan dapat menjadikan HIPMI sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi misi pemerintah dalam mewujudkan MP3 (Majene Profesional, Produktif dan Proaktif).

Ketua BPC HIPMI Majene M Irfan Pasewang berharap, kedepan dapat diberi kemudahan dalam hal pengurusan perizinan.

“Kami juga berharap kepada pengurus BPC HIPMI dapat menerima masukan dari pemerintah daerah serta merumuskan program kerja BPC HIPMI kedepannya,” ujarnya.

Kesempatan sama, Ketua BPD HIPMI Sulbar Jupri Mahmud menyebut, Majene memiliki potensi cukup besar dibidang kelautan, termasuk potensi pertanian melalui produksi kakao yang kini geliat usaha cafe di Majene.

“Pada tahun lalu, sebanyak 34 BPD HIPMI se-Indonesia, diundang ke Istana Negara dan sempat makan siang bersama Presiden. Saat itu ada sedikit arahan yang dapat kami tangkap, bahwa paket pekerjaan di bawah Rp50 miliar itu, seyogyanya diberikan kepada pengusaha lokal,” ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kadis Koperindag Majene, Kadis Nakertrans Majene, unsur Perbankan Majene serta undangan lainnya. (hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *