Si Kembar Fausin Dicium Bupati, Ibunya Haru dan Bangga

oleh -58 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Terlihat setitik harapan diwajah ibu Suriani saat Bupati Mamuju Habsi Wahid menjenguk dua putera kembarnya Fausan dan Fausin yang beberapa hari terakhir dirawat di RSUD Mamuju akibat kondisi balita tersebut di didiagnosa mengalami gizi buruk.

Dalam pertemuan yang sama sekali tidak diagendakan tersebut, Senin 9 September, Bupati Mamuju bahkan mencium kepala Fausan salah satu dari bayi kembar sebagai bentuk kasih sayang dan keprihatinannya kepada putera pasangan Ahmad dan Suriani dari Sesa Saletto tersebut.

Sambil bercengkrama dengan ibu bayi malang itu, Habsi memerintahkan kepada Direktur RSUD agar benar-benar memperhatikan perkembangan si kembar dan juga orang tuanya.

Bahkan Bupati meminta agar semua biaya perawatan dapat digratiskan oleh rumah sakit. Selain itu untuk Kepada Dinas Sosial yang menyertai kedatangannya Habsi juga meminta agar kebutuhan sandang berupa bahan makanan dapat dijaminkan kepada keluarga Suryani, sembari dibantu dalam pengurusan jaminan kesehatan BPJS-nya.

Pada kesempatan itu ia juga sangat mengapresiasi atas kepedulian sejumlah masyarakat yang satu demi satu mulai bersimpati pada si kembar.

“Kondisi ini tentu membutuhkan kepekaan kita, dan barang kali kasus ini hanya sebagian kecil yang dapat kita deteksi dan mampu kita intervensi. Mungkin masih ada di pelosok yang mengalami hal yang sama tapi belum terpantau, oleh sebab itu instansi terkait harus tanggap dan sigap untuk memproteksi keadaan darurat seperti ini, dan kepada masyarakat tentu kita berharap ada kepekaan terhadap kondisi sosial semacam ini, sehingga rasa kebersamaan akan meringankan beban mereka yang memang masih sangat membutuhkan,” kata Habsi.

Terpisah, Suryani ibu bayi kembar Fausan dan Fausin mengaku haru dan bangga bisa bertemu langsung dengan Bupati Mamuju Habsi Wahid, bahkan secara khusus ia tidak pernah menyangka Fausan akan ditimang dan dicium oleh seorang kepala daerah.

“Kalau tidak ada pak Bupati tidak tau mau jadi apami kasian ini anakku, karena kami ini keluarga tidak mampu,” urai Suryani sembari mengusap air matanya dengan ujung baju.

Terlepas dari itu, dari pantauan dokter dipastikan kondisi Fausan dan Fausin mulai berangsur membaik. dr. Jumakil menerangkan tidak ditemukan tanda-tanda penyakit kronis lain selain gizi buruk pada kedua bayi tersebut, dan berat badannya juga telah mulai naik.

Ia memastikan pihak rumah sakit akan terus memantau perkembangan bayi tersebut, dan menjamin pelayanan yang diberikan kepada Fausan dan Fausin bebas dari biaya atau gratis. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *