Transmigran Pulau Jawa Ramai-ramai Tinggalkan Tutar

oleh -123 views
Puluhan rumah para transmigran asal Jawa tampak terlihat kosong melompong.

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Puluhan kepala keluarga (KK) transmigran asal Pulau Jawa yang baru sekitar dua tahun ditempatkan di Desa Piriang Tapiko Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman meninggalkan lokasi permukiman transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Polman Abdul Salam saat dikonfirmasi membenarkan jika hampir seluruh transmigran asal asal Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur telah meninggalkan lokasi, Alasannya kata dia, lantaran ada urusan keluarga dan pertimbangan faktor pendidikan anak-anaknya.

“Yang balik itu hampir seluruhnya dari Jawa, tapi penduduk asli tetap ada, mereka yang pulang alasannya ada urusan keluarga juga karena sekolah cuma satu itupun hanya sekolah dasar dan gurunya cuma satu,” kata Abdul Salam, Senin 9 September.

Menurutnya, pola transmigrasi itu beragam sesuai aturan kementerian ada yang 70 persen penduduk lokal serta 30 persen penduduk luar atau 80 persen penduduk lokal dan 20 persen penduduk luar.

“Transmigran penduduk lokal tetap ada, tapi yang dari jawa tahun anggaran 2016 ada 10 KK dan 2017 ada 15 KK, total 25 KK sekarang sisa empat KK,” tambahnya.

Abdul Salam juga menyampaikan para transmigran yang bermukim di Tutar telah diberikan jaminan hidup selama satu tahun dan diberikan lahan dua hektar per KK.

“Tapi lahannya itu tidak boleh diperjual belikan kalau belum cukup lima tahun,” ungkap Abdul Salam.

Sementara itu, lanjut Abdul Salam para transmigran asal Jawa yang datang umumnya bukan petani hanya saja mereka barusan mendapat program transmigrasi, untuk menunjang mereka pemerintah telah memperbaiki jalan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) afirmasi dan APBN senilai miliaran rupiah.

“Mereka disana kembangkan tanaman di lahan kering seperti ubi dan jagung,” ujar Abd Salam.

Terpisah, Ketua Kerukunan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu ( KPM – PUS) Irfan, sangat menyayangkan transmigran asal Jawa berbondong-bondong tinggalkan Tutar, Hal itu lantaran uang rakyat yang digunakan untuk program transmigrasi ini sangat besar, belum lagi ditambah anggaran perbaikan jalan dan fasilitas lainnya di wilayah transmigrasi yang jumlahnya miliaran rupiah.

“Saya sudah tinjau kesana, saya lihat transmigran dari Jawa sisa dua KK yang tempati rumahnya yang lainnya kosong melompong,” tambahnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *