Keluarga Stunting Diusul Dapat PKH

oleh -229 views
SAMBUTAN. Wakil Bupati Lukman Nurman menyampaikan sambutan pada FGD, di Aula Kantor Bapeda Majene, Senin 9 September 2019.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Penyusunan basis data terpadu terkait dengan pravalensi Stunting di Majene, mulai masuk masa transisi.

“Kita harapkan, setiap keluarga stunting diupayakan dan direkomendasikan pihak Dinas Sosial Majene untuk masuk dalam PKH (Program Keluarga Harapan),” harap Wakil Bupati Majene Lukman Nurman pada kegiatan Focus Group Discuccion (FGD), di Ruang Rapat Kantor Bapeda Majene, Senin 9 September.

Dikatakan, basis data terpadu akan menjadi rujukan dari setiap upaya penanganan stunting, agar di Majene tidak terdapat lagi anak ataupun keluarga yang tidak mendapatkan intervensi penaganan stunting di lintas sektoral.

“Sesuai penilitian dari Unsubar, para penderita stunting sangat rentang dengan kemiskinan, jadi kita harapkan pihak Dinsos bisa memperjuangkan semua keluarga stunting masuk dalam PKH,” harapnya.

Ia menyebut, kegiatan FGD mengangkat tema “Dilema Stunting” di Majene yang menghadirkan Dekan fakultas Ekonomi Unsulbar Mujirimin M Yamin.

“Kita juga harapkan, Dinas Kesehatan Majene, merampungkan data penderita stunting. untuk di serahkan ke Dinsos untuk dimasukan dalam rekomendasi usulan PKH Majene ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Majene Ahmadiayah mengungkapkan, terdapat 7 indikator menjadi penilaian Kementerian Sosial RI untuk mengakomodir dalam PKH.”Kita cuma bisa mengusulkan saja, karena ada tujuh indikator, nanti pusat yang menentukan,” ungkapnya.

Kesempatan sama, Kepala Bapeda Majene Andi Adlina Basharoe mengungkapkan, semua desa akan mendapat intervensi pemerintah, baik dari Kementerian maupun lembaga.

“Dalam waktu dekat akan ada program pemberian vitamin angel bekerjasama dengan FKM Unhas, dengan jumlah 24 ribu botol untuk siap dibagikan dan kita akan launching bersama dengan Unhas,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan Majene dr Rahmat Malik menuturkan, untuk program penanganan pencegahan stunting telah banyak di lakukan pemerintah, salah satunya pemberian tablet penambah darah, baik usia remaja dan usia subur.

“Salah satu dampak dari anemia, telah mengarah ke stunting, selain program pemberian asi ekslusif, juga melibatkan pihak kepolisian untuk pembinaan masyarakat agar terlibat dalam kegiatan Posyandu. Jadi sudah banyak inovasi yang dilakukan,” tandasnya.(hfd/smd)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *