Klaim Pemilik Lahan, Warga Tolak Pembangunan SDN 027 Takatidung

oleh -141 views
Tolak pembangunan, Warga pemilik lahan pasang papan informasi di pagar SDN 027 Takatidung.

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Pembangunan Sekolah Dasar Negeri 027 Kelurahan Takatidung Kecamatan Polewali terpaksa harus berhenti sementara, Hal itu lantaran pihak yang mengaku pemilik lahan sekolah tersebut Andi Aco Sipakkari keberatan dengan adanya aktivitas pembangunan.

Ia mengklaim lahan yang ditempati SDN 027 merupakan milik orang tuanya yang belum diselesaikan ganti ruginya oleh Pemerintah Kabupaten Polman.

SDN 027 Takatidung tahun ini mendapatkan bantuan pembangunan sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan sebanyak tiga item dari 12 Rombongan belajar(Rombel) yaitu enam unit rehabilitasi ruang kelas dengan anggaran Rp 584 juta, dan enam unit ruang kelas baru dengan nilai Rp 972 juta lebih serta satu unit rehabilitasi jamban siswa dengan nilai Rp 8 juta lebih.

Salah satu ahli waris yang mengaku pemilik lahan SDN 027 Takatidung Andi Aco Sipakarri mengatakan pihaknya sengaja memasang papan informasi di pagar sekolah sebagai bentuk penolakan pembangunan sekolah dengan alasan pihak Pemkab belum menepati janjinya untuk menyelesaikan ganti rugi lahan yang ditempati SD tersebut.

“Kami memiliki surat perjanjian pinjaman lahan pemerintah daerah kepada orang tua kami yang disaksikan dan ditandatangani Lurah dan Camat pada tahun 80 an,” kata Andi Aco saat ditemui di lokasi sekolah, Selasa 10 September.

Ia menambahkan pihaknya sudah menyampaikan ke pihak Kelurahan dan kepala sekolah supaya pembangunan sekolah tidak dilakukan sebelum ada kejelasan ganti rugi lahan dari pihak Pemkab.

“Tapi nampaknya tidak diindahkan oleh Kepala Sekolah, karena saya lihat sudah ada material timbunan tanah dan batu pondasi masuk terpaksa saya hentikan dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Pejabat pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Polman Muh.Sabiq membenarkan adanya Penolakan pekerjaan oleh masyarakat yang mengaku pemilik lahan.

“Warga yang klaim lahan sekolah itu memiliki bukti bahwa lahan tersebut milik ayahnya yang dipinjamkan oleh Pemkab,” ucap Muh. Sabiq.

Muh. Sabiq juga menyampaikan seharusnya warga yang mengaku pemilik lahan melapor atau menggugat di pengadilan supaya ada dasar hukumnya sehingga mereka memiliki alas hak.

“Tapi untuk sementara sudah ditangani oleh dinas dan akan berkordinasi dengan bagian aset terkait legalitas Lahan sekolah itu untuk sementara juga siswa dipindahkan di SMPN 6 agar proses belajar mengajar tidak terganggu sambil menunggu penyelesaian oleh Pemkab,” tandasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *