Bendahara Belum Masukkan SPM, Gaji Tenaga Kontrak Lambat Dibayarkan

oleh -228 views
Yohanis SK

MAMASA, SULBAR EXPRESS – Senin pagi, sejumlah perawat maupun bidan yang berstatus tenaga kontrak di RSUD Kondosapata Mamasa, kompak tidak masuk kerja. Alasannya dianggap sepele, namun berdampak besar terhadap pelayanan kesehatan.

Penyebabnya karena kurang lebih 100 orang tenaga kontrak di RSUD itu belum dibayarkan gajinya sejak bulan Juli. Merasa kesal, sejumlah tenaga kontrakpun kompak tidak masuk kerja.

Akibatnya, pelayanan terhadap sejumlah pasien terhambat lantaran pelayanan hanya dilakukan oleh beberapa perawan yang berstatus PNS.

Direktur RSUD Kondosapata, Adriana Randabunga mengatakan, pembayaran gaji tenaga kontrak mengalami keterlambatan disebabkan adanya perubahan anggaran.

Adanya keterlambatan itu disebakan karena penerbitan daftar pengguna anggaran (DPA) terlambat. Sementara DPA kata dia, menjadi acuan untuk mengajukan pencairan dana.

Sekaitan itu, ia mengaku bahwa gaji tenaga kontrak di RSUD sudah dalam proses pencairan. Demikian diungkapkan Adriana Randabunga saat dikonfirmasi, Senin 28 Oktober.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Perbendaharaan, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Yohanis SK menuturkan, ada kemungkinan instansi terkait lambat mengajukan permohonan pencairan. Akibatnya, proses pencairan untuk pembayaran gaji honorer lambat dioroses.

Ia menjelaskan, gaji honorer RSUD Kondosapata bersumber dari dana alaokasi umum (DAK). Anggaran itu kata dia, setiap akhir bulan mendapat transferan dari pemerintah pusat, untuk anggaran bulan berikutnya.

“Ada kemungkinan lambat dirampungkan laporannya di sana,” ujar Yohanis Selasa 29 Oktober.

Ia menegaskan, badan keuangan siap membayar, tergantung permintaan OPD yang bersangkutan. Namun jika pencaian dana mengalami keterlambatan, dapat dipastikan bahwa OPD yang bersangkutan lambat memasukkan permohonan.

Ia menjelaskan, proses pencairan dana melaluo beberapa tahapan. Yang pertama, berdasarkan DPA, OPD bermohon penerbitan surat penyediaan dana (SPD), setelah terbit, pihak OPD membuat surat perintah membayar (SPM) dan surat persetujuan pembayaran (SPP) dan dokumen lainnya.

Setelah semuanya rampung, barulah pihak keuangan menerbitkan surat perintah pencairan dana (SP2D). Untuk proses pencairan RSUD Kondosapata Mamasa, Yohanis mengaku masih tahap SPM.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa pembayaran gaji tenaga kontrak lambat, akibat keterlambatan pengajuan oleh bendahara rutin. (sam/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *