Canangkan Program KKBPK, Kolaborasi Lintas Sektor untuk Cegah Stunting

oleh -320 views
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat menggelar sosialisasi dan advokasi program KKBPK tingkat lini lapangan tahun 2019, Selasa 29 Oktober.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan Pemkab Mamuju mencanangkan dan melaksanakan sosialisasi serta advokasi program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tingkat lini lapangan tahun 2019 di desa Kalukku Barat, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa 29 Oktober.

Desa Kalukku Barat, telah dijadikan sebagai Kampung KB percontohan tingkat Kabupaten Mamuju yang selama ini bisa menekan angka pernikahan dini sehingga mencegah terjadinya stunting.

Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat Eka Sulistia Ediningsih mengatakan untuk menyelesaikan permaslahan perkawinan anak masing-masing daerah berbeda-beda. Dimana ada beberapa daerah menjadi prioritas untuk diselesaikan.

“Makanya BKKBN mendukung pelaksanaan komunikasi dan advokasi maupun intervensi dengan mencanangkan seperti yang dilakukan hari ini. Kampung KB hadir untuk mencegah berbagai persoalan yang terjadi dimasyarakat seperti kasus pernikahan anak maupun mencegah pernikahan dini pada anak,” kata Eka.

Ia menambahkan dalam melakukan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan bekerjasama instansi lintas sektor untuk mengoptimalisasi pembangunan infrastruktur yang terus diupayakan.

“Saya melihat teman-teman di Sulbar mempunyai semangat tinggi dengan upaya yang keras tentu akan mendapat hasil baik. Apalagi di Mamuju mempunyai program bagus dan kita dari pusat akan membantu,” tambahnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar Hj. Andi Ritamariani mengungkapkan dengan adanya kampung KB percontohan di Kalukku Barat tentu akan memngatasi berbagai permasalahan.

“Kita ingin menzerokan angka stunting, usia kawin anak, angka kematian ibu, maupun angka kematian bayi. Kita terus berupaya dengan membangun komitmen bersama dari pemerintah provinsi sampai pemerintah kabupaten,” ucap Andi Ritamariani.

Andi Ritamariani juga menyampaikan adanya program tematik yang dicanangkan di kampung KB percontohan dengan membentuk kader untuk diberikan bekal dan pemahaman dalam menjalankan program yang dicanangkan bersama.

“Sinergitas terbangun dengan pemkab untuk mengintervensi turun, apalagi kita tergabung didalam sahabat rakyat yang dicanangkan Pemkab Mamuju dengan memberikan berbagai sosialisasi maupun memberikan pelayanan KB. Kita berharap kedepan masyarakat yang ada dapat mendapatkan pelayanan akses yang baik,” ungkap Andi Ritamariani.

Sementara, Wakil Bupati Mamuju Irwan Pababari menuturkan pihaknya bersama BKKBN sudah menyasar daerah pada tingkat bawah dengan menyasar daerah yang rawan stunting. Seperti yang dilakukan saat ini di Kalukku Barat untuk menekan angka stunting.

“Ini sudah berlangsung lama kita melakukan sosialisasi dan advokasi diberbagai daerah di Mamuju. InshaAllah kita yakini tahun 2020 angkanya bisa turun dengan sudah tidak diangka tertinggi lagi,” tutur Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, berbagai program yang dilaksanakan dengan kolaborasi dari lintas sektor untuk sama-sama masuk menyelesaikan persoalan stunting.

“Seperti infrastruktur dinas PU, sanitasi, kesehatan dasar, ditambah pengetahuan budaya selama ini berkembang yang tidak menguntungkan anak,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *