Kebakaran Rumah di Polman, Menambah Daftar Warga Miskin Baru

oleh -173 views
Dua rumah yang ludes terbakar di Kelurahan Wattang, Kecamatan Polewali pekan lalu.

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Bencana kebakaran rumah yang melanda Kabupaten Polewali Mandar tahun 2019 periode – Januari hingga Oktober angkanya cukup tinggi.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran Polman selama periode tersebut jumlah kebakaran sudah mencapai 77 titik termasuk kebakaran hutan dan lahan.

“Dari jumlah itu 39 diantaranya adalah kebakaran rumah, kemudian yang ludes terbakar 33 rumah, sisanya rusak sedang dan ringan, itu belum dihitung rumah yang terbakar tadi malam di Kecamatan Anreapi,” kata Kepala UPTD Damkar Polman, Jamaluddim Bohari saat dikonfirmasi, Selasa 29 Oktober.

Lanjutnya, tingginya angka kebakaran tersebut telah diantisipasi oleh Pemkab Polman dengan pengadaan armada Damkar jenis mobil tangki seharga Rp.410 juta.

“Kami sudah serah terima kemarin mobil pemadamnya, rencana saya persiapkan untuk lokasi seputaran Kota Polewali lantaran di wilayah ini rawan kebakaran rumah,” tambahnya.

Kendati demikian, bencana kebakaran rumah justru menambah daftar warga miskin baru, Kepala Desa Tonyaman, Nursam mengungkapkan bulan lalu ada dua rumah warga Desa Tonyaman yang rumahnya ludes dimakan api dan sampai sekarang belum mendapatkan bantuan sosial rehab rumah.

“Saya sudah coba coba ke BPBD menanyakan langsung bantuannya tapi katanya sedang berproses dan sudah masuk ke bagian keuangan tinggal menunggu pencairan,” ungkap Nursam, saat dihubungi via telepon selulernya, Selasa 29 Oktober.

Menurut dia, korban kebakaran itu sudah dimasukkan ke Basis Data Terpadu (BDT) sebagai warga miskin, hal itu karena kerusakan rumahnya rata dengan tanah dan nyaris tidak harta benda yang berhasil ia diselamatkan.

“Pasca kebakaran mereka langsung mendadak miskin karena rumahnya ludes rata dengan tanah,” ujar Nursam.

Sebelumnya, salah satu korban kebakaran pekan lalu di Kelurahan Wattang Kecamatan Polewali, Kallo (45 tahun) menuturkan pasca rumahnya rata dengan tanah dilahap sijago merah dirinya hanya bisa mengurut dada lantaran tak satupun barang yang berhasil dia selamatkan, Untuk sementara ia menumpang nginap di rumah keluarganya sembari menunggu adanya bantuan perbaikan rumahnya.

“Tiga unit motor dan uang tunai Rp, 13 juta semuanya ludes terbakar, yang tersisa hanya baju di badan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pembedayaam dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos Polman, Syarifuddin Amin menanggapi hal ini menjelaskan warga yang tiba-tiba menjadi miskin pasca bencana kebakaran rumah akan diintervensi melalui basis data terpadu yang diusulkan oleh Lurah dan Kepala Desa.

“Pihak kelurahan atau desa akan mengusulkan di BDT apakah memang korban kebakaran ini betul betul miskin pasca bencana kebakaran, kemudian datanya masuk ke dalam bidang perlindungan dan jaminan sosial,” ucap Syarifuddin.

Selain itu, lanjut Syarifuddin pihaknya tidak ada spesifikasi bahwa korban kebakaran langsung dimasukkan ke aplikasi BDT tapi itu semua bersumber dari usulan desa atau kelurahan, Kata dia,
Sesuai hasil pertemuan di lantai dua ruang pola kantor Bupati saat Kepala Desa dan Lurah dikumpulkan semua sudah disampaikan bahwa apabila ada warga yang betul miskin termasuk korban kebakaran yang tiba tiba miskin supaya segera dimasukkan BDT.

“Inikan ada namanya verifikasi dan validasi data, kalau memang mereka benar benar tidak berdaya, supaya segera diinput masuk ke BDT, karena kita tidak bisa memberikan bantuan sosial apabila namanya tidak masuk dalam BDT,” tandasnya. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *