Tunjungan Beras ASN Pemprov Dialihkan

oleh -98 views
FOTO BERSAMA. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar foto bersama Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur di ruang kerja Gubernur Sulbar, Senin 18 November 2019

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Dalam waktu dekat pembayaran tunjangan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sulbar tidak akan lagi dilakukan secara tunai.

Dimana, hal itu ditandai dengan adanya kerjasama antara Pemprov Sulbar bersama Perusahaan Umum Bulog (Bulog) Kantor Wilayah Sulselbar melalui MoU tentang penyaluran beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulbar, Senin 18 November.

Penandatangan MoU berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulbar, disakasikan Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur, sejumlah pimpinan OPD lingkup Sulbar dan jajaran Perum Bulog.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengajak agar para ASN diberikan pemahaman bahwa pembayaran tunjangan beras, hanyalah peralihan dari tunai ke bentuk barang tanpa adanya pemotongan.

“Kita masing-masing memberikan pemahaman kepada pagawai-pegawai kita, bahwa di sini tidak ada pemotongan. Ini adalah peralihan yang tadinya dibayar tunai, menjadi berupa barang sesuaikan dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Gubernur.

Ia menambahkan agar ASN juga harus memahami bahwa beras dari Bulog saat ini kualitasnya tidak diragukan lagi dan dapat diunggulkan.

“Beritahu juga, bahwa dengan perkembangan teknologi sekarang ini kualitas beras dari Bulog sudah tidak diragukan lagi dan semakin baik,” tambahnya.

Gubernur berharap, kerjasama dengan Perum Bolog tersebut dapat segera terealisasi dan berkelanjutan pada bahan pokok lainnya.

“Jadi bukan hanya pada beras, bisa juga seperti jagung, kedelai, gula dan daging. Kedepan juga di Sulbar akan dibangun pabrik beras modern yang ada di Indonesia,” ungkap Gubernur.

Sedangkan, Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur, mengungkapkan Sulbar merupakan provinsi yang ketiga melakukan kerjasama dengan Perum Bulog untuk penyaluran beras bagi ASN.

“Alhamdulillah sudah ada tiga provinsi, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat dan nanti semua provinsi akan melakukan hal yang sama,” ucap Mansur.

Sementara itu, lanjut Mansur, untuk tahap pertama setiap ASN akan menerima beras yang 10 kilogram, namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan ditambah lagi dengan menyesuaikan jumlah keluarga yang dimiliki setiap ASN.

Untuk harga beras, lanjut Mansur, saat ini hal itu belum bisa dipastikan berapa besarannya. Sebab masih akan dibicarakan lebih lanjut lagi, yang pasti di bawah dari harga di pasaran.

“Harganya nanti kita bicarakan, yang jelas di bawah harga umum, berasnya bagus dan berkualitas. Nantikan ada beras medium dan premuim tergantung permintaan yang ada,” ujar Mansur.

Selain itu, kerjasama itu sebagai upaya integrasi antara pemerintah daerah dengan Perum Bulog dalam hal penyaluran beras.

“Ini penugasan pemerintah kepada Bulog yang sudah terintegrasi antara pemerintah daerah dengan Bulog agar pemerintah daerah merespon ketersediaan beras yang ada, jika tidak mungkin ke depan Bulog hanya membeli beras, namun tidak melakukan penyaluran,” tandasnya.

Sekedar diketahui, usai penandatanganan MoU, dilakukan penyerahan secara simbolis beras jenis premium 10 kg yang diberi branding Marasa, dari Direktur Komersial Perum Bulog Pusat Mansur, kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, dan selanjutnya oleh Gubernur Sulbar diserahkan kepada Kepada Dinas Ketahanan Pangan Sulbar Ridwan dan Kepala Dinas Sosial Sulbar Bau Akram Da’i. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *