Festival Maradika Mamuju, Berpotensi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

oleh -336 views
KONFERENSI PERS. Panitia Festival Maradika Mamuju melaksanakan konferensi pers, Selasa malam 19 November 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Sejumlah kerajaan di nusantara dipastikan hadir pada Festival Maradika Mamuju 2019 dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang akan digelar pada tanggal 16 hingga 19 Desember mendatang.

Adapun, kegiatan ini akan dipusatkan di Rumah Adat Mamuju dan akan dimeriahkan dengan kirab budaya, Mamuju fashion carnival, pentas seni, ritual adat massosor manurung, dan tari kolosal lasalaga.

Ketua Panitia Pelaksana Irwan SP Pababari mengatakan beberapa kerajaan sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir seperti Gulungan Kalimantan, Kerajaan Gowa, 14 kerajaan dari Selayar, Kesultanan Solo, dan Kerajaan Siak Riau.

“Kurang lebih 13 kerajaan sudah menyatakan hadir dari luar Sulbar. Peserta yang kita undang sendiri sebanyak 150 kerajan kita estimasi 50 persen itu luar biasa jika hadir, tanpa mengecilkan kegiatan,” kata Irwan, Selasa malam 19 November.

Ia menambahkan pihaknya menargetkan 10 ribu orang hadir pada festival ini termasuk undungan Kerukunan Keluarga Mamuju.

“Termasuk akan dimeriahkan 690 penari. Terdiri dari penari kolosal 500 orang dan penari Masossor Manurung 60 orang. Majene penari kolosal itu ada 80, penari dari Bali sekitar 50 orang, jadi sampai ratusan,” tambahnya.

Irwan juga menyampaikan pihaknya meminta bantuan kepada masyarakat setempat dan akomodasi ditambah dari para penampil yang membutuhkan ruang, sebagai upaya multiplayer effect peningkatan ekonomi.

“Kulinernya kita sampaikan, termasuk para pemilik warung di Mamuju kita sudah sampaikan yang mengakibatkan dampak muncul dari ekonomi, tempat hiburan, publik space, ruang istrahat itu sudah kita rancang,” ungkap Irwan.

Sedangkan, Rektor Universitas Tomakaka Sahril mengungkapkan pola kehidupan masyarakat yang masih kental dengan tradisi dapat dijadikan sharing information keilmuan bagi kehidupan masa sekarang.

Dirinya menuturkan bahwa implikasi pemuliaan kebudayaan menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat sebagai pemiliknya. Festival maradika ini sebagai sebuah literasi budaya membuka ruang.

“Ini sebuah panggung akademik besar, karena ini akan memunculkan ide dengan berbagai bentuk budaya, dan Kerajaan Mamuju sekaligus pertukaran konsep kerajaan dan kebudayaan,” ujar Sahril.

Sementara itu, lanjut Syahril, dirinya mengartikan Festival Maradika Mamuju 2019 dimaknai sebagai sebuah filosofi penegasan budaya dan tradisi. Bagaimana perilaku dalam konteks kerajaan, konsep tatakrama bisa meminimalisir perilaku yang bertentangan dengan nilai budaya Mamuju.

“Hakikat dalam konteks budaya kita dengan nilai halus dan murni bisa ditunjukan kepada yang hadir nantinya. Multiplayer Effect peningkatan ekonomi tergantung seberapa cerdas mengambil momentum sebagai manfaat, kalau tidak hanya sebatas kegiatan seremonial,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *