Disaksiskan Para Raja se-Nusantara, Prosesi Masossor Manurung Berlangsung Khidmat

oleh -407 views
FOTO : IDRUS IPENK
PROSESI, Pabbicara melakukan prosesi pencucian pusaka manurung di rumah adat Mamuju, Selasa 17 Desember 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Festival Maraddika Mamuju sukses laksanakan Masossor Manurung di rumah adat Mamuju yang disaksikan para raja se-Nusantara dan para tamu undangan lainnya, Selasa 17 Desember.

Pusaka manurung dalam sejarahnya dikisahkan bukan sebagai pusaka yang ditempa oleh seorang pandai besi tetapi, pusaka manurung ini sebagai pusaka yang dilahirkan dari soorang permasuri dengan seorang raja yang dikenal dengan nama Lasalaga.

Dihadapan para raja-raja se Nusantara dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) , Opd, serta Forkopimda Provinsi Sulawesi Barat dan tamu undangan yang hadir.

Masossor manurung dimulai dengan penyerahan dari raja padang ke pabbicara yang bertugas untuk membersihkan pusaka manurung tersebut dilakukan hanya dua tahun sekali.

Maradika Mamuju, Andi Maksum Dai mengatakan, masossor manurung tahun ini begitu sakral dan meriahnya. Para raja dan sultan se nusantara berkumpul dan menyaksikan ritual dua tahunan tersebut.

“Mereka juga bakal menyaksikan penampilan seni dam kebudayaan dari 14 kerajaan di Sulbar,” kata Andi Maksum.

Ia menambahkan kebersamaan ini menandakan bahwa kerajaan dan keraton se nusantaa bagian dari Indonesia yang telah terbukti dapat mempersatukan bangsa.

“Kami yakin dan percaya festival ini memberikan dampak sebesar-besarnya bagi kita. Apa yang telah lahirkan leluhur kita di masa lampau merupakan suatu karya indah yg telah diwariskan leluhur kita,” tambahnya.

Andi Maksum juga menyampaikan paling menggembirakan ialah, dua organisasi kerajaan besar di Indonesia bersatu di Mamuju, yaitu Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Sementara Bupati Mamuju Habsi Wahid mengungkapkan bahwa pada kempatan ini tidak ada kata lain selain ucapan rasa syukur yang sebesar-besarnya sehingga kegiatan festival maraddika Mamuju, bisa dilaksanakan.

“Kehadiran paduka yang mulia, raja dari dua lembaga besar yakni Fskn dan Makn merupakan rahmat dari allah swt bagi daerah dan masyaratak hari ini,” ucap Habsi.

Lanjut Habsi, kehadiran seluruh raja pada hari ini adalah sebuah bukti kekuatan dari budaya.

“Budaya memiliki magnet yang sangat kuat dalam membigkai keberagaman dan memunculkan nilai-nilai keluhuran,” bebernya

Selain itu, lanjut Habsi masossor manurung adalah perisitiwa yang dilaksanakan sekali dalam dua tahun, ini adalah prosesi yang menjadi salah satu kekuatan hubungan dari dua kerajaan nusantara yakni kerajaan Mamuju dan Badung Bali yang melahirkan manurung.

Sebagai bukti sejarah kekuatan dari hubungan dua kerajaan hubungan itu akan terus dibangun dan kembangkan pada aspek pemerintahan sehingga berdampak pada pembangunan daerah kabupaten Mamuju. (idr/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *