Pembukann FMM Berlangsung Meriah

oleh -309 views
FOTO IDRUS IPENK
TARI KOLOSAL, Penampilan 200 penari dari siswa se Kabupaten Mamuju, di anjungan pantai Manakarra, Selasa 17 Desember 2019.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pembukaan festival maraddika Mamuju 2019 berlangsung meriah dengan penampilan tari kolosal dari siswa sebanyak 200 orang.

Pembukaan yang berlangsung di anjungan pantai manakarra, dimulai dengan parade dari rumah adat Mamuju, menuju anjungan yang diikuti beberapa kontingen kerajaan seperti, Kerajaan Gowa, Kerajaan Soppeng, Kerajaan Luwu, Kerajaan Balanipa dan lain-lain dihadapan para Raja se Nusantara dan pimpinan Forkopimda Sulawesi Barat.

Maradika Mamuju, Andi Maksum Dai mengatakan, apabila pembangunan di bidang kebudayaan tidak mendapat perhatian yang baik maka bisa saja kehilangan identitas,

“Penting untuk hari ini mengaktualisasikan budaya sebagai metode penangkal yang efektif, agar tidak kehilangan identitas terutama generasi muda,” kata Andi Maksum, Selasa 17 Desember.

Ia berharap agar kegiatan festival maraddika ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan kebersamaan rasa persatuan dan memiliki serta saling menghargai.

“Ini juga salah satu bentuk keanekaragaman di Indonesia adalah banyaknya budaya yang dimiliki,” tambahnya.

Andi Maksum juga menyampaikan kebudayaan dapat menjadi harta paling berharga jika dikemas dengan baik dan dapat menjadi penopang terutama dalam mengembangkan industri pariwisata di daerah.

“Namun, apabila kebudayaan kurang mendapat perhatian, maka dikhawatirkan budaya akan luntur dengan sendirinya,” ungkap Andi Maksum.

Sedangkan, Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, mengapresiasi kegiatan tersebut. Pemprov Sulbar sangat bangga atas kehadiran para raja dan sultan serta pemangku adat se nusantara di Bumi Manakarra, ini.

“Kami tidak menyangka atas kehadiran tamu yang begitu agung dan terhormat,” ucap Idris.

Menurutnya, festival ini merupakan momen yang sangat luar biasa yang terselenggara di Sulbar di usianya ke 15 tahun.

“FMM merupakan usaha kita melestarikan dan membangun kebudayaan kita. Tidak ada alasan untuk tidak menjadikan momen ini dimasukkan menjadi event nasional yang rutin diselenggarakan,” ujarnya.

Sementara, Bupati Mamuju, Habsi Wahid menuturkan FMM dapat mempererat hubungan kekeluargaan antar daerah dan kerajaan se nusantara yang akan memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa. Sebagai perekat keberagaman budaya untuk memperkuat NKRI.

“Festival ini sangat relevan untuk menangkal ancaman radikalisme dan terorisme,” tandasnya.(idr/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *