Anggaran Menyusut, Pengadaan Mobil Damkar Ditunda

oleh -309 views
Sekda Polman Andi Bebas Manggazali.

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk Kabupaten Polewali Mandar kembali ditunda tahun ini, pada pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 di ruang paripurna DPRD bulan lalu tidak satupun item belanja Damkar dimasukkan.

Sekertaris Daerah Polman, Andi Bebas Manggazali mengungkapkan penundaan pembelian Damkar lantaran anggaran menyusut drastis, Kata dia, APBD tahun 2020 berkurang kurang lebih Rp. 50 Miliar dari tahun kemarin.

“Anggaran kita menyusut sekitar Rp.50 Miliar beda dengan tahun kemarin, hal itu karena kita bukan lagi daerah tertinggal,” kata Andi Bebas, saat ditemui di ruangannnya, Senin 6 Januari.

Lebih lanjut, Andi Bebas mengungkapkan Pemkab saat ini belum bisa mengakomodir sepenuhnya permintaan belanja yang jauh lebih besar sementara anggaran drop.

“Memang belum ada masuk pengadaan Damkar di APBD,” singkatnya.

Kendati demikian, Andi Bebas menegaskan bahwa pengadaan Damkar masuk dalam nota kesepakatan yang diprioritaskan tahun ini.

“Bukan di APBD Pokok tapi diusahakan di anggaran perubahan,” ungkap Andi Bebas.

Selain itu, kata dia, Pemkab akan mengusulkan setiap kelurahan melakukan pengadaan Damkar kecil yang bisa masuk ke lorong lorong, Terkhusus, bagi kelurahan yang padat pemukimannya.

“Diharapkan itu setiap Lurah pengadaan Damkar, nanti kita lihat apakah bisa dana kelurahan masuk kesitu,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Andi Bebas jika Pemkab beli mobil yang khusus Damkar maka dianggap tidak efektif sebab bila mengalami kerusakan tidak bisa diperbaiki di Polman.

“Makanya kita berinisiatif memodifikasi saja, kalau ada kebakaran di lorong kita bisa masuk,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Polman, Hamzah Syamsuddin saat dikonfirmasi mengakui bila pengadaan Damkar tidak ada dalam APBD 2020 yang disahkan sebesar kurang lebih 1,5 Triliun lebih.

“Tapi kita sepakati dana kelurahan dipakai beli mobil kecil untuk pencegahan dini kebakaran,” tuturnya.saat dihubungi via telepon selulernya, Senin 6 Januari.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman kebakaran rumah di pemukiman warga sepanjang 2019 berjumlah 42 kasus.

“Di Musim hujan ini tetap waspada, Kami imbau jangan sampai llstrik korslet kena air dan jangan lalai terlebih kalau kita masak jangan lupa dimatikan kompornya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Polman, Andi Afandi, saat dihubungi, Senin, 6 Januari.

Terpisah, salah seorang warga Kecamatan Polewali, yang tak mau namanya disebutkan sangat menyayangkan anggaran Damkar justru ditunda saat tingginya angka kebakaran rumah dalam dua tahun terakhir di Polman.

“Armada Damkar itu untuk kepentingan khalayak ramai, sangat penting bos ku, di Polman ini masih banyak rumah kayu,” tandasnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *