Pemuda Manakarra Cup, OTP 37 Mamuju Lengkapi Semifinalis

oleh -326 views
BERTANDING. Salah satu pemain OTP 37 Mamuju membawa bola saat melawan Tomadio FC di Stadion Manakarra Mamuju, Selasa 7 Januari 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Diperkuat sejumlah pemain bintang yang merumput di Liga 1 Indonesia terbukti mampu memberikan hasil yang maksimal bagi OTP 37 Mamuju saat menghadapi Tomadio Polman di perempat final Pemuda Manakarra Cup.

Pada laga yang berlangsung Selasa 7 Januari di Stadion Manakarra Mamuju itu, OTP 37 Mamuju diperkuat sejumlah pemain profesional yang berlaga di Liga 1 yakni Terens Puhiri (Borneo FC), Rahmat Latif (Arema FC), dan Irfan Jamil (PSM).

Dimana pada pertandingan itu OTP 37 Mamuju berhasil meraih kemenagan telak 4 bola tanpa balas (4-0) atas Tomadio Polman, masing-masing gol dicetak oleh Erwin Gutawa (42′), Terens Puhiri (63′), Beni Ashar (76′), dan M Rifki (78′).

Anggota Tim Manejer OTP 37 Mamuju Indra Takaya mengatakan meski timnya menang besar, namun jalannya pertandingan cukup membuat ia bersama seluruh tim cukup tegang, utamanya pada babak pertama.

“Pertandingan tadi lumayan menegangkan apa lagi babak pertama, memang kami agak menunggu kesalahan lawan. Namum kami sadar itu bukan strategi yang terbaik, malah kami banyak ditekan dan ikut ritme permainan mereka,” kata Indra.

“Babak kedua kami memberi intruksi pada anak-anak untuk menekan mereka dari menit awal sehingga kami mendapatkan banyak peluang dan gol-gol,” sambungnya.

Indra jugu turut mengapresiasi kualitas pemain dari Tomadio Polman yang diperkuat oleh pemain-pemain lokal. “Tomadio punya pemain lokal yang bagus dan sempat menyulitkan kami,” ujar Indra.

Hal senada juga disampaikan oleh Terens Puhiri, pemain Borneo FC itu menganggap kualitas pemain lokal yang ada di Tomadio FC cukup baik untuk berlaga di Liga Indonesia baik Liga 1, 2 ataupun 3.

“Antusias sporter sungguh luar biasa, pertandingan tadi juga cukup keras, namun itu harus kita hindari. Kualitas pemain di tim lawan ini lumayan cukup bagus, mereka tenang utamanya gelandang lawan nomor 6. Saya kira mereka bisa main untuk Liga 3 atau 2 Indonesia, bahkan Liga 1, mereka tinggal terus belajar saja,” ujar Terens.

Terkait permainannya sendiri, Terens mengatakan dirinya masih perlu untuk beradaptasi lebih bersama teman setimnya di OTP 37 Mamuju. Apa lagi dirinya baru saja bergabung.

“Kendalanya mungkin pada pembagi bola (gelandang), tapi menurut saya sudah bagus karena saya harus beradaptasi dengan teman-teman, karena kita baru bermain bersama,” jelas Terens.

Semenatar itu, Menejer Tim Tomadio Polman Andi Muhammad Amran mengatakan meski timnya kalah telak. Namun baginya pertandingan cukup menarik dan menghibur, apa lagi timnya sempat mampu mengimbangi lawan.

“Pertandingan tadi cukup menarik dan menghibur. Babak pertama cukup berimbang. Namun, dengan hadirnya gol pertama dari tim OTP 37 membuat mental kita sedikit agak down, karena dari awal kita memang melihat materi lawan levelnya berada di atas kita, jadi dengan gol pertama tadi saya kira membuat mental kami down, intinya kita kurang bisa mengembangkan permainan,” kata Amran.

Amran juga tidak memungkiri terdapat perbedaan kualitas pemain antar timnya dengan OTP 37 Mamuju yang dihuni oleh Terens Puhiri dan beberapa pemain profesional lainnya.

“Materi yang ditampilkan oleh OTP merupakan pemain-pemain berkelas yang membuat tim OTP sangat solid disemua lini. Tapi saya bersyukur dengan pemain bermaterikan 80 persen pemain asli Tomadio kita bisa mengimbangi tim OTP yang bertabur bintang,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *