Penduduk Miskin Sulbar Turun 0,07 Persen

oleh -238 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kinerja pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan membuahkan hasil. Ini terlihat dari penurunan jumlah angka kemiskinan penduduk Sulbar.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, selama September 2014 sampai dengan September 2019, persentase penduduk miskin cenderung mengalami penurunan. Hanya pada Maret 2015, Maret 2017, dan Maret 2018 yang sedikit mengalami peningkatan dibanding periode sebelumnya.

Jumlah penduduk miskin tertinggi terjadi pada Maret 2015 selama periode Maret tahun 2014 – September 2019. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah pada September 2016.

Persentase penduduk miskin tertinggi terjadi pada Maret 2015. Persentase penduduk miskin terendah dicapai pada September 2019 dengan persentase 10,95 persen.

Pada September 2019 persentase mengalami penurunan sedangkan jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan. Hal ini diduga karena pertambahan jumlah penduduk di Sulbar yang tidak miskin secara umum lebih banyak dibandingkan pertambahan jumlah penduduk miskin sehingga meskipun jumlah penduduk miskin bertambah namun secara persentase berkurang.

Kepala perwakilan BPS Sulbar, Win Rizal mengungkapkan persentase penduduk miskin Sulbar, berdasarkan data yang didapatkan pada September 2019 menurun 0,07 persen jika dibandingkan pada Maret 2019. Pun menurun 0,27 persen jika dibandingkan pada September 2018.

“Secara absolut jumlah penduduk miskin Sulbar pada September 2019 mengalami peningkatan sebesar 0,47 ribu jiwa bila dibandingkan Maret 2019,” kata Win Rizal, kemarin.

Ia menambahkan peningkatan absolute jumlah penduduk miskin pada September 2019, terutama terjadi di daerah pedesaan yaitu 0,93 ribu jiwa jika dibandingkan Maret 2019.

“Sedang di daerah perkotaan terjadi penurunan absolute sebesar 0,46 ribu dari Maret 2019,” tambahnya.

Win Rizal menyampaikan peningkatan total penduduk miskin Sulbar dipicu atas inflasi yang terjadi selama periode Maret 2019 hingga September 2019 yang cukup rendah sebesar 0,96 persen. Hal yang sama juga terjadi di daerah pedesaan dengan nilai inflasi sebesar 1,69 persen.

“Kondisi ini disinyalir membuat penduduk di Sulbar dapat mengeluarkan konsumsi lebih banyak secara kuantitatif dibandingkan bulan sebelumnya. Berdampak pada penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” ungkap Win Rizal.

Sementara itu, lanjut Win Rizal, tingginya arus perpindahan penduduk dari daerah sekitar Sulbar ke Sulbar juga turut menambah jumlah penduduk miskin secara absolut.

“Sulbar mengalami penurunan penduduk miskin terendah pada September 2019 dari seluruh provinsi di pulau Sulawesi dan menempati posisi ketiga setelah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara untuk persentase penduduk miskin terendah,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *