Dewan Diminta Ikut Awasi Roda Pembangunan

oleh -160 views
Aksi mahasiswa BEM Teknik Universitas Tomakaka dikawal ketat puluhan personel pengamanan dari Kepolisian serta Satpol PP, Senin 20 Januari 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Demo puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Maasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Tomakaka, menuntut anggota DPRD Mamuju berperan aktif terhadap pengawasan pembangunan di Kabupaten Mamuju.

Pada aksi tersebut puluhan mahasiswa menyampaikan tuntutanya di depan gedung DPRD Mamuju. Mereka diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Mamuju Andi Dodi Hermawan dan Ketua Komisi I Sugianto.

Menurut Kordinator Lapangan Wandi, pembangunan di Kabupaten Mamuju haruslah memperhatikan asas manfaat sehingga pembangunan yang ada berpihak kepada masyarakat serta tepat sasaran.

“Kami mahasiswa merasa terpanggil dengan kondisi pembangunan di Mamuju.
Sehingga kami ingin menyikapi serta mengevaluasi kinerja pemerintah terkait pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mamuju,” kata Wandi saat berorasi di depan gedung DPRD Mamuju.

Kordinator lapangan Wandi melanjutkan bahwa aksinya juga dilatar belakangi atas beberapa tindakan swakelola oleh pemkab, yakni Dinas PU Mamuju.

“Kami menuntut laksanakan Perpres nomor 172 tahun 2014 tentang LKPP nomor 14 tahun 2012 tentang swakelola. Serta meminta kepada Pemkab untuk segera menyelesaikan kejelaan sonasi RT/RW, transparasnsi pengguna anggaran Manakarra Tower,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada Kajati Sulbar untuk memeriksa terkait adanya temuan pengadaan kapal Feri Mini yang dianggarkan oleh pemkab senilai Rp 1,7 miliar pada tahun 2017/2018.

Menurutnya selama ini pembangunan yang dilakukan Pemkab Mamuju belum berpihak kepada masyarakat kecil ke bawah.

Menanggapi hal tersebut di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD Andi Dodi mengungkapkan bahwa tuntutan yang suarakan oleh mahasiswa adalah ekspresi kekecewaan mahasiswa atas pembangunan daerah.

“Semua tuntutan ini sudah sering dibahas di DPRD. Terkait Feri Mini teman-teman DPRD sudah menolak beberapa kali tetapi tak ada jawaban dari pemerintah,” ujarnya.

Semantara pihaknya masih akan melakukan mediasi dari aksi tersebut dan memanggil serta menghadirkan pihak terkait pada hari Kamis nantinya. (idr/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *