Yasmib Rekomendasikan Perbaikan Data Miskin

oleh -165 views
DIALOG, Tiga narasumber pada dialog implementasi jaminan kesehatan memaparkan materinya, di grand hotel maleo Mamuju, Selasa 27 Januari 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB) rekomendasikan perbaikan data miskin di kabupaten Mamuju,

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, Rosniaty Azis usai melakukan dialog implementasi Jaminan Kesehatan Nasional kabupaten Mamuju, di grand hotel maleo, bersama sejumlah OPD, dan dinas terkait, Selasa 27Januari 2020.

Menurutnya bahwa dialog tersebut terlaksana atas hasil penelitian yang dilakukan oleh Yasmid dan akan ditindak lanjuti kepada pemerintah kabupaten.

“Ada dua rencana tindak lanjut, bagaimana memeperbaikai data kedepan, sehingga data masyarakat miskin bisa tervalidasi dengan baik dan ini basisnya berbasis desa,” ucap Rosniaty Azis (Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi)

Pihaknya juga berharap untuk bisa menindak lanjuti hasil tersebut oleh pihak terkait seperti Bapepan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintah Desa.

Kemudian selanjutnya YASMIB Sulawesi ke depan, bisa mensuport Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk melakukan pengkajian terkait dengan evaluasi.

“Sampai sejauh mana penggunaan anggaran yang telah disalurkan dan diprogramkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing, dalam mengatasi kemiskinan di Kabupaten Mamuju, baik sektor pendidikan, kesehatan dan sektor layanan sosial lainya,” bebernya.

Sementara terkait dengan Implementasi JKN, Rosniaty Azis menyampaikan memang ada beberapa kondisi yang ditemukan. Dari sisi pesertanya, masih ada yang ternyata tidak pasti melakukan pembayaran tepat waktu karena kualitas layanan kesehatan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Kemudian kedua, Lembaga YASMIB Sulawesi melihat bahwa ada kondisi yang menyebabkan defisitnya BPJS Kesehatan. Termasuk tentunya di Kabupaten Mamuju, karena klaim dari rumah sakit yang emakin tinggi, kemudian di sisi pendapatan.

Karena pembayaran sumber pendapatan BPJS hanya dari iuran peserta, tidak ada sumber pendapatan lain. Inilah yang kita coba dorong bagaimana BPJS juga punya kreatifitas untuk memcoba sumber pendapatan yang lain, tidak hanya tergantung pada peserta BPJS.

“Berbicara dari segi ekonomi, terkait kasus miskin multidimensi, Sulawesi Barat termasuk provinsi yang kemiskinan multidimensinya besar bersama dengan NTT. Kemiskinan multidimensi bukan hanya dari segi pendapatan, ada berbagai faktor yang mempengaruhi, termasuk faktor fisik dan faktor pendidikan dan sebagainya,” sambungnya.

Ia berharap, ke depan berkontribusinya Pemerintah dalam hal upaya mencegah terjadinya kemiskinan. Misalnya terjadi gizi buruk, stunting (termasuk tinggi di Sulawesi Barat) angka tingginya Stunting karena beberapa faktor.

Penyebabnya, bisa karena pernikahan dini, pola asuh yang tidak bagus, pengetahuan dan pemahaman orang tua, pola asupan makanan, dan faktor beban ekonomi yang semakin tinggi.

Sementara dari Pemerintah Kabupaten dalam hal ini kepala Bappepan Khatma Ahmad, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu pemerintah kabupaten dalam melakukan evaluasi terkait kondisi data yang ada di Mamuju.

“Hari ini kita telah mengurai semua permasalahan yang ada, dan akhirnya kami akan segera membuat time schedule untuk dilakukan rapat mengenai persoalan tersebut untuk ditindak lanjuti,” tandasnya. (idr/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *