Pemetaan Wilayak Konflik Mamuju Sementara Dibahas

oleh -196 views
RAPAT, Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kab Mamuju, melakukan rapat dalam rangka penanganan konflik di Mamuju. Senin 3 Februari 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Kab Mamuju, melakukan rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanganan konflik di Mamuju. Senin 3 Februari 2020.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah pimpinan OPD, baik dari Kesbangpol Provinsi Rahmat sanusi, Wakil Bupati Mamuju, Irwan Sp Pababari, Kepala Kesbangpol Mamuju Basit, TNI, Polri, Keimigrasian serta Camat se- Kabupaten Mamuju.

Wakil Bupati Mamuju Irwan Sp Pababari mengatakan rapat koordinasi tersebut sebagai langkah dalam mengantisipasi segala bentuk konflik sosial yang terjadi di masyarakat.

“Dari pembicaraan ini ada beberapa yang dijadikan sebagai gaet seperti maping, untuk pemetaan kondisi – kondisi sosial yang bisa saja terjadi kemudian kita membicarakan bagaimana penangananya dengan melalui tindakan prepentif, jadi kita pencegahan dulu,” ucap Irwan.

Ia menambahkan bahwa sementara, akan melakukan pembetukan forum bersama dalam bentuk tim, yang akan melakukan setiap saat konsolidasi dan koordinasi, yang akan dibagi waktu penanganan konflik apanila terjadi.

“Sepanjang konflik ini tidak menghalangi proses pemilukada yang berlangsung dan proses pemerintahan,” kata Irwan Sp Pababari.

Terkait daerah-daerah yang diindikasi rawan terjadi konflik pihaknya mengatakan sampai saat ini belum ada pemetaan daerah yang dilakukan.

“Sampai saat ini belum ada sonasi wilayah karena kita hanya masuk pada setiap leading sektor masing-masing,” ujarnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa sampai saat ini konflik yang terjadi masih seputar konflik lahan, tapal batas, suplay bahan bakar seperti premium yang langkah, konflik pemerintahan dan juga pilkada. Setalah kegiatan tersebut akan dilakukan tindak lanjut pertemuan yang lebih intens.

Sementara Kepala Kesbangpol Mamuju Basit, menuturkan bahwa secara kondisi konflik yang ada bisa diselesaikan dengan baik.

“Kami dikesbang hanya bersifat koordinasi dalam menanganinya,”tutur Basit.

Pihaknya menuturkan bahwa untuk pemetaan wilayah yang rawan konflik dan tingkat konflik lumyan banyak.

“Untuk keseluruhan wilayah keluhanyanya merata, namun untuk wilayah Tommi itu keluhanya kebanyakan sengketa wilayah, dan lahan,” tutupnya.(idr/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *