Puskesmas Massenga Bantah Tolak Pasien, Dinkes : Kita Beri Peringatan Tegas

oleh -214 views
Puskesmas Massenga Polewali

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Pasca penolakan pasien Balita warga Kelurahan Ammasangan di Puskesmas Massenga dengan dalih umur pasien dibawah dua tahun, Selasa malam 28 Januari, lalu,

Kepala Dinas Kesehatan Polman Andi Suaib Nawawi langsung merespon cepat persoalan tersebut, esok paginya ia menyambangi Puskesmas Binuang serta Massenga untuk mengklarikasi kabar tersebut.

“Di Puskesmas Binuang memang ruangan rawat inapnya full,” Jelasnya. saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu 29 Januari.

Meski demikian, Andi Suaib menegaskan seluruh dokter, perawat dan staf manajemen yang terlibat di Puskesmas Massenga telah dikumpulkan dan diberi peringatan tegas tidak boleh menolak pasien sebelum ditangani lebih dulu.

“Malamnya saya sudah mendapat penyampaian terkait itu, paginya saya kumpulkan teman-teman di Massenga, saya beri peringatan tegas bahwa tidak boleh ada penolakan pasien,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan masalah pasien balita yang belum tercover BPJS tersebut, Andi Suaib telah memerintahkan pihak Puskesmas Binuang untuk mengurusnya.

“Saya sudah suruh urus di BPJS, yang lain itu Kades yang pergi koordinasi bagian Kesra bagaimana penangananya karena memang harus bayar, kecuali ada kebijakan pimpinan RS, mungkin ada keringanan,” tutur Suaib.

Terpisah, Kepala Puskesmas Massenga, Asmelya membantah jika pasien balita tersebut ditolak, hal itu lantaran pasien balita itu merupakan kiriman Puskesmas Binuang.

“Sarana dan prasarana puskesmas binuang dan massenga sama pak, sementara alasan Binuang karena sarana dan prasarana terbatas, padahal sama ji dengan Massenga,” ungkap Asmelya, saat dihubungi via telepon selulernya, Senin 3 Pebruari.

Selain itu, kata dia, pasien dibawah dua tahun bila dirawat di Puskesmas Massenga rentan tertular penyakit yang diderita pasien dewasa karena daya tahan tubuhnya sangat lemah.

“Ruangan rawat inap di Massenga tercampur dewasa dan anak anak, tidak ada sekat, karena ruangan kita terbatas, beda dengan rumah sakit yang dipisah,” ujar Asmelya.

Selain itu, lanjut AsmeIya bila pasien dibawah dua tahun standar operasional prosedurnya harus ditangani dokter spesialis anak sedangkan Puskesmas Massenga hanya memiliki dokter umum.

“Untuk keamanan pasien juga misalnya dia masuk dalam keadaan diare terus disitu ada pasien hepatitis, jadi dia itu bisa saja kena hepatitis apalagi namanya anak anak rentan toh,” pungkasnya. (ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *