AMT Desak Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Jalan

oleh -167 views
Aliansi Masyarakat Tutar (AMT) mendesak pemerintah memberikan perhatian infrastruktur jalan saat menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulbar, Senin 10 Februari 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Aliansi Masyarakat Tutar (AMT) menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulbar dalam rangka mendesak pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju Tutar, Senin 10 Februari.

Jenderal Lapangan Irfan Selari meminta pemerintah provinsi untuk menambahkan anggaran peningkatan jalan di Kecamatan Tutar. Tidak hanya Rp8.1 miliar.

“Bahkan kalau perlu disetarakan dengan Kecamatan Bulo Rp34 miliar. Kami meminta pemerintah mengarkan aspirasi yang kami sampaikan, ini adalah rintihan dan tangisan masyarakat Tutar yang sudah puluhan tahun tidak pernah merasakan jalan yang baik,” kata Irfan.

Ia berharap, ada catatan tertulis antara pemerintah dan massa aksi sebagai pegangan kembali ke Kecamatan Tutar.

“Percuma kami datang kalau hanya penyampaian secara lisan. Harus ada tertulis sebagai pegangan untuk kami perlihatkan ke warga Tutar,” tambahnya.

Menanggapi itu, Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan setiap tahun anggaran untuk peningkatan jalan poros Mapilli-Piriang Tapiko tidak berhenti sejak tahun 2013 sampai tahun 2020. Tapi belum sebanyak yang diharapkan masyarakat.

“Bukan hanya jalan Poros Tutar dipikirkan pemerintah. Ada juga jalan strategis provinsi yang menghubungkan Ulumanda – Salutambung di Kabupaten Majene,” ucap Idris.

Idris juga menyampaikan tahun 2020 Pemprov kembali anggarkan Rp8.1 miliar untuk peningkatan jalan poros Piriang Tapiko dan Mapilli. Anggaran itu untuk tiga item kegiatan, termasuk pembangunan jembatan.

“Jadi tidak ada putusnya. Tapi sedikit-sedikit. Tidak sekaligus karena banyak juga yang kita pikir yang mengalami nasib persis. Kita ingin adil bukan hanya Mapilli-Piriang yang kita pikir. Saya sampaikan apa adanya, karena kue dari pusat memang sedikit untuk dibagi ke enam kabupaten,” ungkap Idris.

Sementara itu, lanjut Idris, pihaknya akan terus memperjuangkan agar penganggaran perbaikan jalan terus dilakukan, terutama memperjuangkan jalan Poros Tutar-Mapilli menjadi status nasional melalui tokoh-tokoh nasional Sulbar di pusat.

“Memang selama ini terjadi miskominikasi soal penetapan status jalan antara provinsi dan kabupaten. Tawaran kami, biarkan status jalan ini tetap jadi jalan strategis provinsi, sambil kita berjuangan menjadikan jalan nasional. Kalau ini berhasil jalan ini kita akan bicara dengan pusat, bukan lagi antara Sulbar dan Polman,” ujarnya.

Idris berharap unjuk rasa mahasiswa bisa mempercepat perjuangan perubahan status jalan yang dimaksud menjadi jalan nasional.

“Soal janji politik yang saudara sampaikan, itu pasti. Tapi soal cepat dan tidak, tergantung anggaran. Karena kekuatan fiskal kita memang tidak mampu untuk sekaligus,” tuturnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim menuturkan segala tuntutan AMT yang dilayangkan ke Pemprov alan dikawal sesuai kemampuan dan kewenangannya. Sehingga masyarakat bisa merasakan jalan yang bagus.

“Selama saya berada di DPRD akan selalu saya perjuangkan dan kawal agar Pemprov terus menganggarkan untuk perbaikan jalan menuju Tutar,” kata Rahim.

Dirinya juga meminta agar Pemprov betul-betul serius dalam memperhatikan daerah-daerah pedalaman yang masih parah jalanannya.

“Kita ingin daerah ini maju bukan hanya di kota saja. Namun mulai dari pelosok masyarakat bisa merasakan jalan yang bagus,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *