HIPMI Sulbar Dukung APNI Perjuangkan Harga Nikel

oleh -249 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulbar memberikan dukungan kepada Asosiasi Penambang Nikel (APNI) untuk memperjuangkan harga pokok mineral (HPM) nikel di atas Free on Board (FoB) tongkang.

Dorongan itu ditengah kondisi larangan ekspor biji nikel pada 1 Januari 2020 yang membuat penambang dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Situasi tersebut terjadi akibat rendahnya harga jual komoditas pertambangan tersebut.

Sementara, jika dipaksakan melakukan penambangan, semakin membuat harga tawar menjadi lebih murah dari harga produksi dan mematikan perusahaan.

Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H. Maming menjelaskan organisasi pengusaha tersebut mendukung dan mengapresiasi APNI dalam penentuan HPM nikel di atas FoB tongkang.

“Kami berharap ada kesepakatan dua belah pihak antara smelter dan penambang yang dibuatkan regulasinya dari Menteri ESDM untuk menetapkan harga HPM. Apabila ada smelter yang dibeli harga di bawah HPM harus diberikan sanksi,” kata Maming, Sabtu 15 Februari 2020.

Dia menilai harga internasional bijih nikel saat ini untuk kadar 1,8 persen FoB Filipina dihargai antara USD 59-61/ wet metric ton (wmt). Sehingga jika pemerintah mengajukan harga jual bijih nikel domestik kadar 1,8 persen FoB sebesar USD 38-40/wmt tetap dalam harga wajar.

Jika dibandingkan dengan harga internasional tentu tidak memberatkan kedua pihak baik smelter maupun penambang. Untuk itu dia meminta Kementerian ESDM mewajibkan kepada penambang yang kadar 1,7 persen dilarang ekspornya Januari 2020 lalu.

“Sebab, ada larangan ekspor, maka Kementerian ESDM mewajibkan barang penambang diterima smelter lokal yang kadarnya 1.7 persen,” ujar Maming.

Untuk saling menjaga kualitas barang, kata Mantan Bupati Tanah Bumbu, disarankan penambang dan smelter bisa menunjuk masing-masing surveyor yang terdaftar di Kementerian ESDM agar kualitas barang mempunyai kepastian. Sehingga tidak merasa dicurangi satu sama lainnya.

Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari BPP HIPMI, Ketua Umum BPD HIPMI Sulbar Jupri Mahmud mengatakan setuju dan memberikan dukungan juga seperti BPD HIPMI lain atas sikap dari Ketua Umum BPP HIPMI yang mendukung APNI untuk memperjuangkan kesejahteran penambang nikel.

Jupri Mahmud menambahkan bahwa pihaknya punya alasan yang sangat rasional mendukung APNI memperjuangkan kesejahteraan penambang nikel.

Hal ini tidak lain karena provinsi Sulawesi Barat daerah tetangga dengan Provinsi Sulteng yang memiliki potensi besar tambang, khususnya nikel.

“Ada tiga daerah penghasil tambang Nikel terbesar di Indonesia, yakni Sulteng, Kendari dan Maluku. Nah Sulbar ini dekat dengan Sulteng, paling tidak kalau penambang kita sejahtera, bisa berimbas ke Sulbar,” tandas Jupri. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *