4 Pilar Berbangsa dan Bernegara, Digelorakan di Pondok Pesantren

oleh -120 views
Anggota DPD RI perwakilan Sulbar Ajbar Abdul Kadir menyampaikan materi saat menggelar sosialisasi 4 pilar di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulawesi Barat, Minggu 16 Februari 2020.

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Anggota DPD RI perwakilan Sulbar Ajbar Abdul Kadir menggelorakan empat pilar berbangsa dan bernegara di Pondok Pesantren Miftahul Jihad Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Sulawesi Barat, Minggu 16 Februari.

Menurutnya, Pancasila sebagai ideologi negara maka Pancasila harus diwujudkan sebagai pandangan dan filsafat hidup.

“Kalau ini bisa dijadikan pedoman maka insyaAllah Pancasila akan jadi pemersatu bangsa. Tetapi seiring dalam perjalanannya tantangan kebangsaan juga semakin kuat baik tantangan dari dalam maupun dari luar,” kata Ajbar.

Ia menambahkan, seperti masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit.

“Pengabaian terhadap kepentingan daerah serta timbulnya fanatisme kedaerahan. Selain itu kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan,” tambahnya.

Ajbar juga menyampaikan pasca amandemen UUD 1945 (1999-2002) Kewenangan MPR RI praktis hanya 5 tahun sekali yaitu melantik Presiden dan Wakil Presiden. Wewenang MPR yang lain seperti mengubah dan menetapkan UUD maupun memberhentikan presiden dan wakil presiden di tengah jalan praktis tidak pernah dilaksanakan.

“Maka berdasar pasal 5 UU MD3 nomor 17 tahun 2014 sebagaimana diubah menjadi UU nomor 2 tahun 2018 dimana MPR memiliki tugas tambahan yaitu memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Ajbar.

Sementara itu, lanjut Ajbar, empat pilar berbangsa dan bernegara yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Kita berharap bahwa dalam setiap tahunnya MPR menyelenggarakan cerdas cermat Kontitusi. Oleh sebab itu berharap kedepan pesantren harus ikut dalam kompetisi tersebut dan berharap pesantren Miftahul Jihad bisa mewakili Sulbar dalam ajang tersebut,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *