Kodim Polmas Panen Perdana Padi Organik

oleh -159 views
Kodim Polmas panen padi perdana di Desa Sumberrejo, Wonomulyo

POLEWALI, SULBAR EXPRESS – Komando Distrik Militer (Kodim) 1402/Polmas bersama kelompok tani Mujirahayu menggelar panen perdana padi organik di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonomulyo, Rabu 19 Februari.

Sektor pertanian dan penggemukan sapi merupakan program unggulan Kodim 1402/Polmas dalam upaya menciptakan perkampungan organik di Desa Sumberejo, dan kini capaiannya sudah membuahkan hasil optimal.

Dandim 1402 Polmas Letnan Kolonel Arh Hari Purnomo, sejak menjabat tahun lalu berhasrat bagaimana Koramil jajaran melalui Babinsanya memberikan warna tersendiri dalam melihat potensi di wilayah binaan masing-masing.

“Kabupaten Polman yang dikenal sebagai lumbung padinya Provinsi Sulbar tentunya memiliki potensi yang sangat menjanjikan di bidang pertanian karena memiliki persawahan yang cukup luas,” Ujarnya.

Selain itu, Kata dia, pertanian organik merupakan pilihan tepat untuk dijadikan program unggulan di satuan kewilayahan yang dipimpinnya, Terlebih karena sudah diakui mempunyai manfaat ekologis yang lebih mumpuni.

“Sistem organik ini mampu memperbaiki mutu lahan yang terdegradasi akibat penggunaan pupuk kimia secara terus-menurus,” jelas Hari Purnomo.

Lebih lanjut, lulusan Akademi Militer Tahun 2000 tersebut mengungkapkan selain sayur mayur untuk konsumsi rumahan pertanian organik dan penggemukan sapi menggunakan tehnologi organik merupakan langkah tepat untuk mendidik masyarakat dengan fokus membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan, aman dan sehat untuk keluarga.

“Sistem ini juga menghindarkan dampak kesehatan dan ekologis dari residu pestisida kimiawi, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang sehat dan berkualitas,” terang Hari Purnomo.

Menurutnya, peternakan dan pertanian sesungguhnya adalah dua hal yang tak terpisahkan, Bagaimana tidak, kata Hari, limbah pertanian berupa jerami bisa diolah menjadi pakan ternak sedangkan limbah peternakan yang berupa kotoran ternak bisa diolah sebagai pupuk organik yang sangat potensial untuk meningkatkan kesuburan tanah, sehingga diakui mampu menghasilkan panen yang melimpah, berkualitas dan sehat.

“Dari sampel panen perdana hari ini alhmadulillah mengalami peningkatan yang cukup baik dari periode sebelumnya hasil rata-rata dari sampel lahan sekitar 17 Are hanya mencapai 11 karung dan hari ini dengan sistem organik bisa mencapai 16 karung,” ungkap Hari Purnomo.

Begitupun, dengan program penggemukan sapi, setelah dipelihara menggunakan teknologi organik selama empat bulan bobot sapi mengalami peningkatan signifikan karena bisa mencapai lima kilogram per bulan.

“Demikian juga dengan harga yang awalnya hanya sekitar Rp. 7 Juta sampai hari ini sudah mencapai Rp. 10,5 Juta per ekor,” ungkap Hari

Sementara itu, Kepala Dusun Pendukuan Desa Sumberjo Atek Sutikno berharap program ini terus dilanjutkan oleh Kodim 1402/Polmas sampai Sumberejo benar-benar sudah menjadi kampung organik.

“Kami berharap kedepan tidak hanya menggunakan produk jadi tetapi melalui pendampingan Babinsa masyarakat juga diharapkan mampu membuat pupuk organik dengan olahan sendiri menggunakan limbah rumah tangga dan bahan-bahan sekitar yang sangat melimpah,” pungkasnya.(ali/hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *