BPOM Dorong Masyarakat jadi Konsumen Cerdas

oleh -143 views
PERESMIAN. Kepala BPOM RI, Penny K Lukito, menandatangani prasasti peresmian gedung kantor BPOM Mamuju, Rabu 11 Maret 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI, Penny K Lukito meresmikan gedung kantor Balai POM Mamuju, Sulawesi Barat, di Jl Poros Kalukku-Mamuju, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Rabu 11 Maret.

Peresmian dihadiri juga Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Wakil Gubernur Enny Anggraeny Anwar, Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, Danrem 142 Tatag, dan pimpinan OPD.

Peresmian kantor Balai POM Mamuju ditandai dengan penandatangan prasasti oleh kepala Badan POM RI. Kemudian dilanjutkan pengguntingan pita di pintu kantor baru Balai POM selanjutnya meninjau ruangan perkantoran dan laboratorium.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengatakan pemenuhan sarana prasarana dan infrastruktur Balai POM di Mamuju dilakukan dalam rangka mengoptimalkan dan memperluas cakupan pengawasan obat dan makanan.

“Hal ini tidak lain dalam rangka melindungi masyarakat dari pangan berbahaya dan meningkatkan pelayanan publik, termasuk fasilitas usaha mikro, kecil dan menengah dan percepatan layanan pendaftaran produk obat dan makanan di Sulbar,” kata Penny.

Balai POM Mamuju sendiri memiliki cakupan pengawasan di enam kabupaten di Provinsi Sulbar. Yaitu Mamuju, Majene, Polman, Mamasa, Pasangkayu dan Mamuju Tengah.

Penny berharap peresmian kantor BPOM Mamuju mampu meningkatkan kinerja pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan industri dan masyarakat.

“Diharapkan peresmian ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kinerja pengawasan dan kerjasama lintas sektor yang lebih baik,” harapnya.

Penny juga menyampaikan kerjasama dan koordinasi lintas sektor di daerah menjadi prioritas Badan POM sebagai suatu organisasi yang tidak dapat berjalan sendiri.

“Badan POM sangat terbuka untuk berkomunikasi dan bekerja sama dengan pemda, akademisi, pelaku usaha dan segenap lapisan masyarakat demi meningkatkan efektivitas pengawasan obat dam makanan. Sebagai wujud hadirnya negara dalam melindungi masyarakat,” ungkap Penny.

Sementara itu, lanjut Penny, pihaknya mengajak semua stakeholder di Sulbar bekerja bersama untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Keberadaan kantor Balai POM Mamuju itu sebagai komitmen pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Untuk mendukung tugas pengawasan keamanan, manfaat dan mutu obat, termasuk juga meningkatkan SDM, baik pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing produk. Juga mengedukasi masyarakat menjadi konsumen cerdas,” ujar Penny.

Di sela-sela acara peresmian kepala BPOM RI menyerahkan sertifikat atau Nomor Izin Edar (NEI) kepada sejumlah pelaku usaha lokal. Diantaranya Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Cahaya Syukur, AMDK Danur, AMDK Firdaus, AMDK Maria Oxy, dan Kopi Cap Maraddia.

Sedangkan, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengungkapkan komitmen siap mendukung Balai POM Mamuju dalam menjalankan tugas dan fungsi di Provinsi Sulbar.

“Kita sangat bersyukur dengan kehadiran Balai POM Mamuju, karena mendukung juga pengusaha lokal kita meningkatkan daya saing. Insyaallah kami komitmen mendukung dalam menjalankan tugas,” ucap Gubernur.

Dia berharap SDM Balai POM Mamuju semakin bertambah sehingga dapat mengoptimalkan kinerja Balai POM Mamuju yang mencakup enam kabupaten.

Sementara itu, Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawaty memastikan bakal melakukan tugas pengawasan keamanan, manfaat, dan mutu obat serta makanan, termasuk juga meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Untuk dapat menjalankan fungsinya Balai POM di Mamuju membutuhkan sarana prasarana serta infrastruktur yang memadai dalam mendukung pengawasan obat dan makanan,” tuturnya.

Netty pun berharap kepada kepala Badan POM RI ada penambahan SDM untuk Balai POM Mamuju dalam mendukung optimalisasi kinerja pada enam kabupaten di Sulbar. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *