Rayakan Hari Perempuan Sedunia di PRS

oleh -123 views

International Woman Day atau hari perempuan sedunia dirayakan pertamakali pada tanggal 28 Februari 1909 di Newyork. Tetapi demonstrasi yang dilakukan oleh para perempuan Petograd di tanggal 8 Maret 1917 yang memicu revolusi Rusia, membuat hari perempuan secara resmi ditetapkan tanggal 8 Maret bahkan jadi hari libur nasional di Soviet Rusia.

Laporan: Irwan Syamsir
(Ketua PRS)

Perayaan hari perempuan sedunia sebagai penegasan perlawanan perempuan terhadap sistem yang mendiskriminasikan perempuan, membuat perempuan nyaris di seluruh penjuru dunia ikut menyuarakan hak-hak dan juga isu-isu yang menjadi problem krusial di antara perempuan. Setiap tanggal 8 Maret aktivis-aktivis perempuan akan turun ke jalan, mengampanyekan isu-isu kekerasan dan sebagainya yang marak dan acapkali luput dari kebijakan pemerintah untuk menindaklanjutinya.

Di Polewali Mandar, tepatnya di Pambusuang, di hari ketiga digelarnya Perpustakaan Rakyat Sepekan yang setiap hari melapak buku di sepanjang jalan juga dengan diskusi tiap sorenya, kali ini dalam rangka hari perempuan sedunia, mengisi topik diskusi dengan tema kesetaraaan.

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber perempuan, yakni Rita Bulan, dosen kehutanan Unsulbar, kemudian Milha Mallawa Bakri, pengajar dan aktivis literasi dari Polewali, kemudian Misma Anas, peraih penghargaan tomalolo beberapa tahun lalu sekaligus polisi pamong praja.

Diskusi dipandu langsung oleh Ridwan Alimuddin dengan topik yang mula-mula dibahas adalah nasib perempuan pada edisi khusus Majalah Natgeo tentang pernikahan dini. Pernikahan dini rupanya sudah marak sejak dulu di beberapa Negara seperti Afghanistan, Yaman dan India.

Seorang perempuan umur 12 tahun bisa saja dinikahkan dengan lelaki berumur 50 tahun. Perbandingan yang cukup jauh sehingga tentu secara fisik dan juga psikis, akan menyengsarakan perempuan karena belum siap untuk hal tersebut. Bahkan ada perempuan dengan umur 12 yang harus berjuang menuntut cerai di pengadilan setelah dipaksa menikah dengan ayahnya. Seluruh dunia heboh dan terbit buku dengan judul “Saya Nujood umur 12 dan janda”.

“Di masyarakat kita kata janda bagi perempuan terkesan rasis dan mendiskriminasikan perempuan. Seolah-olah karena ia sudah janda, tidak berarti lagi” tutur Milha Mallawa Bakrie, yang benar-benar mengindikasikan apa yang terjadi di masyarakat.

Masyarakat sangat mudah menjudge macam-macam tanpa mempertanyakan baik-baik bagaimana persoalan di belakangnya. “Kita harus jadi sahabat bagi mereka”, tambah perempuan yang juga mengasuh sekolah alam di pelosok itu.

“Seorang perempuan memang selalu diistimewakan, seperti ketika naik gunung, cariernya dibawakan oleh laki-laki, dan tidak dibiarkan mengerjekan hal-hal berat”, ujar Rita Bulan, seorang dosen sekaligus traveler.

“Tetapi seorang perempuan tidak boleh dianggap lemah karena itu. Meskipun ia mengurusi soal domestik bukan berarti ia tidak bisa apa-apa. Bahkan bisa kok angkat galon, pasang galon, bahkan bisa jadi polisi”, tambah Misma Anas yang begitu bersemangat menyampaikan kelebihan-kelebihan perempuan.

Memang benar. Stigma perempuan lemah itu adalah mitos gender yang diimani dalam cara berkebudayaan kita dalam kurun beberapa tahun terakhir ini. Karena itulah, hal tersebut bisa selalu dibantahkan dengan menegaskan bahwa perempuan bahkan bisa lebih kuat dari laki-laki.

“Seperti di sungai Mandar, setiap hari perempuan-perempuan mengangkut banyak jerigen air minum untuk kemudian dijualnya di masyarakat”, tambah Ridwan Alimuddin sambil memperlihatkan Majalah National Geographic yang membahas tentang itu.

Pekerjaan tersebut tentu bukan hal mudah dan itu hanya dilakukan oleh perempuan. Jadi, di hari perempuan sedunia, kita selalu diingatkan untuk tidak selalu serta merta menghukum perempuan dengan judge-judge yang bisa merendahkan harga diri mereka. Konsep kesetaraan dalam berbagai lini harus kita tanam baik-baik dalam kepala kita, agar tak membuat kita lantas merasa lebih unggul dari yang lain. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *