Antisipasi Penyebaran Corona, Pemkab Siapkan Cairan Antiseptik

oleh -191 views
PENCEGAHAN. ASN lingkup Pemkab Mamuju melakukan pembersihan tangan untuk mencegah virus corona, Mamuju Rabu 18 Maret 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Meski belum terdapat laporan adanya indikasi kasus virus corona, namun Pemkab Mamuju lebih memilih mengambil langkah antisipasi.

Usai menerima instruksi sekaligus surat edaran dari Bupati Mamuju, seluruh OPD langsung bergerak menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) sekaitan tugas masing-masing, dan yang langkah yang paling sederhana telah diperlihatkan dengan SOP penyiapan cairan anti septik dan sarana cuci tangan di semua kantor pemerintah. Sehingga tiap kunjungan masyarakat ataupun aktivitas pegawai tetap dilakukan langkah sterilisasi.

Bupati Mamuju Habsi Wahid yang memantau tiap langkah bawahannya baik secara langsung maupun melalui group WA, terus mengimbau agar semua unit pelayanan menyiapkan sarana cuci tangan dan cairan anti septik meskipun dengan peralatan sederhana.

Hasilnya semua OPD terlihat telah bersama-sama melakukan hal tersebut, dengan langkah kecil itu diharapkan dapat meminimalisir potensi penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, RSUD Mamuju dipastikan pula telah mengambil langkah-langkah taktis untuk berjaga-jaga terhadap adanya pasien yang nantinya memiliki gejala serupa corona dengan menyiapkan ruang khusus isolasi transit.

Direktur RSUD Mamuju dr Titin Hayati mengaku telah menyiapkan SOP khusus bagi pasien yang memiliki gejala mirip terinveksi virus corona utamanya yang memiki riwayat perjalanan dari luar negeri atau luar daerah, yang telah terpapar virus Covid-19.
Selanjutnya pasien yang sebelumnya dalam status orang dalam pemantauan (ODP) jika gejalanya terus meningkat maka statusnya akan naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam kondisi inilah pasien tersebut harus segera dirujuk ke rumah sakit rujukan.

“Ruang transit isolasi masih minim peralatan, sehingga RSUD telah membuat proposal ke Bupati untuk megalokasikan pembelian alat medis habis pakai (AMHP) dan alat kesehatan pelindung diri serta alat teknis kesehatan lain seperti alat termal scan (pengukur suhu tubuh) sehingga ruang yang memuat tiga bangsal tersebut dapat benar-benar dimaksimalkan,” kata dr Titin saat dikonfirmasi, Selasa 17 Maret.

“Tadi pak Bupati sempat datang ke sini (RSUD, red) dan sempat menanyakan soal proposal itu dan kami sudah masukkan,” lanjutnya.

Pihaknya berharap agar ruang isolasi tersebut tidak perlu digunakan, yang berarti masyarakat Mamuju tidak ada yang terpapar virus corona. (idr/sol).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *