Awasi Pilkada 2020, Pemuda Diminta Berperan Aktif

oleh -146 views
Komisioner Bawaslu Mamuju Faisal Jumalang memberikan keterangan terkait peran pemuda dalam melakukan pengawasan pilkada 2020, Rabu 18 Maret.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Bawaslu Kabupaten Mamuju mengajak pemuda untuk berperan aktif pada pilkada Mamuju 2020.

Hal tersebut disampaikan Komisioner Bawaslu Mamuju Divisi HPP, Faisal Jumalang, saat melakukan sosialisasi memaksimalkan peran pemuda pada pelaksanaan pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mamuju 2020, Rabu 18 Maret.

Pada sosialisasi dan dialog tersebut hadir sejumlah narasumber seperti komisioner KPU Mamuju Divisi Tekhnis Penyelenggaraan Muhammad Rivai, perwakilan Ombudsman, serta lembaga pengawas JADI, Firman Haris.

Faisal Jumalang mengatakan, pihaknya terus melakukan tugas pengawasan sesuai pada koridor dan aturan yang berlaku meskipun dengan jumlah yang terbatas.

“Sehingga kami dari Bawaslu tetap mengikuti aturan dari Bawaslu RI dengan tetap melaksanakan tahapan, walau dalam keadaan terbatas,” kata Faisal saat ditemui usai melakukan sosialisasi, Rabu 18 Maret.

Ia juga berharap kedepan seluruh elemen bisa berperan dalam melakukan pengawasan, khususnya peran pemuda dalam memasyarakatkan pengawasan sehingga pilkada 2020 bisa berjalan dengan adil dan berintegritas.

“Dimana pilkada ini bukan hanya penyelenggara saja yang bertugas. Tetapi seluruh pihak berperan dalam pengawasan, khususnya pemuda,” ujar Faisal.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat terhadap berbagai tindakan intimidasi dan intervensi yang terjadi untuk melaporkan kepada Bawaslu.

“Kita akan melakukan investigasi apabila benar itu terjadi intimidasi dan intervensi,” bebernya.

Sementara mantan Komisioner KPU Mamuju Firman Haris, mengatakan agar Bawaslu bisa membangun sinergitas dengan baik dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk memaksimalkan kerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan.

“Apalagi persolan money politic, adalah musuh besar pada setiap tahapan pilkada,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa perlu pengawasan khusus terhadap keterlibatan ASN pada perhelatan pilkada. Sehingga ASN tidak ikut-ikutkan pada persoalan politik praktis sebab telah diatur pada undang-undang ASN. (idr/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *