Tekan Penyebaran Covid-19, Pelaksanaan SKB CPNS Ditunda

oleh -137 views
Tampak peserta seleksi CPNS lingkup Pemkab Mamuju mengikuti tes SKD, gambar direkam beberapa waktu lalu.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Pemerintah memutuskan menunda jadwal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS tahun 2019. Sedianya, SKB CPNS direncanakan pada 25 Maret 2020. Diundur pelaksanaannya hingga menunggu ketetapan selanjutnya.

Penundaan jadwal itu menyusul status tanggap darurat bencana nasional non-alam Pandemi Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah hingga tanggal 29 Maret 2020. Serta imbauan Presiden Joko Widodo untuk bekerja di rumah atau work from home dan menghindari keramaian.

Penundaan ini meliputi pelaksanaan SKB dengan CAT dan juga SKB yang diselenggarakan oleh masing-masing instansi. Penguman penundaan jadwal tertuang dalam Surat Nomor: B/318/M.SM.01.00/2020 tanggal 17 Maret 2020 perihal Penundaan Jadwal Pelaksanaan SKB Seleksi CPNS Formasi Tahun 2019.

Surat tersebut yang ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo selaku Ketua Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Ditujukan kepada para Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pusat dan daerah.

“Ditunda sampai dengan ditetapkannya kebijakan lebih lanjut berdasarkan evaluasi Panselnas yang hasilnya akan kami beritahukan kemudian dalam bentuk Surat Edaran,” bunyi surat yang ditandatangani Menteri Tjahjo tersebut.

Meski ada penundaan jadwal SKB, pengumuman hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tetap dilaksanakan sesuai jadwal melalui portal resmi penerimaan CPNS tahun 2019 masing-masing instansi. Adapun jadwal pengumuman tersebut adalah 22 hingga 23 Maret 2020.

Senada, Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI juga mengeluarkan surat edaran penundaan pelaksanaan SKB. Namun pengumuman hasil SKD tetap berjalan.

“Pemerintah secara resmi menetapkan penundaan SKB sampai keluarnya kebijakan oleh panitia seleksi nasional (Panselnas). Penundaan ini dilatarbelakangi oleh situasi wabah virus Covid-19 yang sudah ditetapkan bencana nasional,” ucap Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN RI Paryono.

Hal itu, juga dibenarkan Kepala BKN Mamuju Jais, dirinya menyampaikan surat edaran yang dikeluarkan BKN RI maupun pemerintah sudah benar.

“Itu berlaku diseluruh Indonesia penundaan SKB. Namun untuk pengumuman hasil SKD tetap jalan,” ungkap Jais.

Selain itu, lanjut Jais, dengan adanya penundaan ini pihaknya berharap para peserta yang dinyatakan lulus SKD untuk lebih rajin lagi belajar.

“Jadi hikmahnya buat peserta bisa mempunyai banyak waktu untuk belajar dan jangan disia-siakan waktunya,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Mamuju, Amran Rasjid membenarkan terkait penundaan SKB. Kata dia BKN telah mengeluarkan siaran pers terkait penundaan SKB. Hanya saja, Petunjuk Teknis (Juknis) ke daerah belum diterimanya.

“Iya (Ditunda, red). Tapi belum ada kejelasan pastinya,” kata Amran, saat dikonfirmasi, Rabu 18 Maret.

Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPP Mamuju, Muhammad Yusuf juga mengaku pelaksanaan SKB ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Pengumuman yang kami terima kemarin sebelum ada virus korona SKB diilaksanakan pada 23 Maret. Tapi diundur. Juknisnya belum kami terima,” ujar Yusuf.

Sebelumnya, Ketua Tim Koordinator Tes CPNS Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Akhmad Syauki mengaku, jadwal pelaksanaan SKB direncanakan 25 Maret hingga 10 April, sesuai surat BKN.

“Untuk pengumuman passing gradenya, data peserta disinkronkan dulu di pusat. Hasilnya akan diseragkan ke daerah lalu diiumumkan,” jelas Akhmad.

SKB merupakan tahap seleksi lanjutan bagi CPNS yang lolos dalam Seleksi Kemampuan Dasar (SKD). Penundaan ini diputuskan dengan mempertimbangkan status tanggap darurat bencana nasional non alam akibat pandemi korona.

Sementara pengumuman hasil SKD sendiri akan tetap disampaikan pada 22 hingga 23 Maret melalui portal resmi penerimaan CPNS 2019 dari masing-masing instansi.
(idr/hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *