Sidak RS Regional, Rahim : Pemprov Harusnya Cepat Bertindak

oleh -134 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS– Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar Abdul Rahim bersama Abdul Halim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Regional, Senin 23 Maret.

Sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan RS Regional dalam penangani pasien yang diduga terdampak virus Covid-19. Sejumlah ruangan dipantaunya baik di gedung baru maupun gedung lama.

Kepala RS Regional dr. Indah mengatakan segala persiapan semaksimal mungkin terus dilakukan untuk menangani pasien jika ada yang masuk maupun dirujuk.

“Kita juga punya kendala juga seperti persiapan AC Hepa, namun ruangannya sudah kita siapkan karena tidak ada boleh udara masuk diruangannya,” kata dr. Indah.

Ia menambahkan untuk AC Hepa sekitar dua minggu baru akan datang yang sudah dipesan, namun pihaknya bisa mobilisasi alatnya dari daerah lain kalau dalam keadaan mendesak.

“Kita punya AC Hepa ditempat lain kalau memang ada pasien masuk, maka itu akan kita gunakan dulu diruangan isolasi,” tambahnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim mengungkapkan sidak dilakukan untuk memastikan kesiapan RS Regional dalam menangani pasien yang dianggap diduga kena virus Covid-19.

“Pemerintah harus siap sigap dengan seluruh kemungkinan terburuk, semua sarana dan peralatan harus disiapkan segera,” ucap Rahim.

Rahim juga menyampaikan tiga ruangan isolasi perlu disiapkan sarana dan prasarana segera mungkin, karena DPRD sudah melakukan rapat terbatas dengan Dinkes Sulbar maupun Direktur RS Regional untuk mengfungsikan anggaran APBD 2020.

“Siapkan dulu segala peralatan dan sarananya seperti APD maupun tenaga medis dengan menggunakan realokasi anggaran dalam APBD 2020, kita pastikan tidak ada kendala pencairannya karena kita sudah rapatkan bahkan kita siap keluarkan izin prinsif untuk pengalihan anggarannya,” ungkap Rahim.

Selain itu, lanjut Rahim dengan melihat kondisi RS Regional pemprov Sulbar mesti mengambil tindakan cepat, meskipun saat ini belum ada pasien yang dirawat.

“Karena tidak mungkin pasien dirawat dengan ruangan dan peralatan yang tidak memadai dan yang tidak sesuai dengan standar ruang isolasi penanganan pasien suspect Virus Covid-19,” tandasnya. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *