Pantau Aktivitas Pelabuhan, Dewan Minta Untuk Ditutup Sementara

oleh -195 views

MAJENE, SULBAR EXPRESS – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Passarang Majene, Jumat 27 Maret.

Adapun, kunjungan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah, Abdul Halim, Abdul Rahim dan Wakil Ketua Komisi II Hatta Kainang.

Diketahui, kapal KM. Sanus 93 yang datang di Pelabuhan Passarang Majene dari Kotabaru tujuan Majene dengan jumlah penumpang 207 orang diantaranya dewasa 184 orang, anak-anak 15 orang, dan Bayi 8 orang.

Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim mengatakan kunjungan ke Pelabuhan Passarang Majene dilakukan untuk memastikan agar prosedur yang dijalankan petugas betul-betul sesuai standar.

“Kita apresiasi apa yang dilakukan tim gugus tugas di lapangan karena menjalankan tugasnya sesuai prosedur yang ada dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Rahim.

Ia menambahkan pihaknya juga meminta kepada petugas Pelabuhan untuk menghentikan aktivitas sementara sesuai surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulbar.

“Kita harap pemerintah membentuk tim untuk melakukan pemantauan sejak dini dan diperlukan penjagaan ketat di pintu pelabuhan yang ada di Sulbar,” tambahnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim mengungkapkan teman-teman yang bertugas dalam gugus tugas ini masih kekurangan APD, ini juga menjadi persoalan, namun menurut informasi dari BNPB pusat sudah mengirim APD sebanyak 40 dos yang berisi 2.000 pieces APD yang dikirim ke Sulbar yang dikawal langsung oleh TNI.

“Ini nantinya APD yang sudah tiba di Sulbar agar di distribusi cepat ke semua kabupaten termasuk tim yang bergabung dalam gugus tugas agar mereka dalam bekerja dilengkapi APD yang standar,” ucap Halim.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah menuturkan pihaknya sangat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan penyelamatan masyarakat dari Covid-19 ini.

“Ini juga menjadi salah satu perhatian, karena teman-teman yang bekerja dilapangan harus mempunyai alat yang standar dan aman. Kalau ada yang tidak menggunakan alat yang standar, APD ini salah satu yang sangat mendesak harus cepat dicarikan solusi,” ujar Usman.

Menanggapi itu, Ketua Gugus Tugas Sulbar Darno Majid membeberkan bahwa untuk APD yang dipesan oleh pemprov sudah datang.

“Yang dipesan pemprov sudah datang dan kita sudah terima di rumah sakit regional, datanya masih sementara diolah berapa banyak,” tandasnya. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *