Pantau Perbatasan Sulsel-Sulbar, Petugas Harusnya Dilengkapi Dengan APD yang Standar

oleh -267 views

POLMAN, SULBAR EXPRESS – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar melakukan kunjungan kerja di Perbatasan Sulsel dengan Sulbar, Jumat 27 Maret.

Adapun, kunjungan tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah, Abdul Halim, Abdul Rahim dan Wakil Ketua Komisi II Hatta Kainang.

Namun, saat meninjau terlihat para petugas dilapangan tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang standar, hanya menggunakan alat seadanya seperti jas huja, masker, dan sapu tangan.

Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim mengatakan Teman-teman yang bertugas dalam gugus tugas ini masih kekurangan APD, ini juga menjadi soal menurut informasi dari BNPB pusat sudah mengirim APD sebanyak 4o dos yang berisi 2.000 picis APD yang dikirim ke Sulbar yang dikawal langsung oleh TNI

“Ini nantinya APD yang sudah tiba di Sulbar agar di distribusi cepat ke semua kabupaten termasuk tim yang bergabung dalam gugus tugas agar mereka dalam bekerja dilengkapi APD yang standar,” kata Halim.

Ia menambahkan saat program pemerintah dijalankan tentunya akan berdampak kepada masyarakat yang tidak mampu, sehingga pihaknya akan koordinasikan dengan pemerintah agar kiranya ada langkah yang diambil untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang tdak mampu.

“Termasuk juga penggeseran anggaran kita selalu siap kapan saja untuk mengeluarkan izin prinsip,” tambahnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Rahim mengungkapkan pihaknya mengapresiasi gugus tugas yang sudah berjalan efektif, namun konsep dasar maupun instruksi Gubernur, begitupun surat Pemkab Polman bahwa layak untuk di kunci dan mestinya dijalankan.

“Kita berharap instruksi ini dijalankan secara konsisten dan tegas sampai pada waktu-waktu tertentu tidak boleh lagi ada dibiarkan orang luara melintasi Sulbar,” ucap Rahim.

Rahim juga menyampaikan bahwa Sulbar sudah masuk satu fase kewaspadaan tingkat tinggi, meskipun sampai saat ini Sulbar masih dinyatakan zero positif Covid-19.

“Diperlukan penjagaan ketat diseluruh pintu masuk Sulbar. Pemprov dan Kabupaten harus seirama dalam menangani pencegahan Covid-19. Segala kemungkinan bisa berdampak buruk maka harus bekerja cepat dan ikhtiar yang ada untuk sama-sama peran masing-masing. Yang paling penting kita lihat dilapangan APD yang sangat minim, sehingga ini perlu disikapi cepat,” ungkap Rahim.

Sementara itu, Staf Dinas Kesehatan Polman Salehati menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pihaknya menggunakan sistem shif-shifan dengan tiga orang berjaga.

“Shift pertama pagi sampai siang, shift ke dua mulai pukul 14.00 siang sampai malam pukul 20.00 dan shift ke tiga malam sampai pagi. Yang kita lakukan pengecekan suhu badan, kalau ada yang panas dilaporkan dan langsung diperiksa di Puskesmas,” ujar Salehati.

Soal, perlengkapan ADP dirinya bersama timnya memang merasa khawatir, namun tugas yang diamanahkan tetap dijalankan.

“Kita merasa khawatir, tetapi mau bagaimana lagi. Tugas kita melayani masyarakat. Mudah-mudahan secepatnya ada, kasihan juga kita tim medis,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Sulbar Darno Majid saat ini dirinya bersama TNI dari Korem melakukan penjemputan APD di Bandara Tampa Padang.

“Sekarang ini saya lagi ke Bandara menerima APD juga bersama dengan tim korem. Ini nantinya kita rampungkan dan data berapa jumlah, baru kita kirimkan ke semua kabupaten di Sulbar,” tuturnya.

“Yang menjadi permasalahan ini belum ditau juga berapa kebutuhan kabupaten, karena sampai saat ini belum ada data yang dibutuhkan masuk ke kita. Jadi kalau sudah rampung semua kita kirim paling lambat lusa sudah tersalurkan ke semua kabupaten,” tandasnya.

Sekedar, diketahui data sementara ODP Covid-19 di Sulbar per tanggal 28 Maret, sudah mencapai 407 orang. Selesai pemantauan 161 orang dan masih proses pemantauan 246 orang.

Sebelumnya, tanggal 27 Maret, jumlah ODP di Sulbar masih sebanyak 363 orang. (hab)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *