Disdag-Agen LPG Gelar Pertemuan, Antisipasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga

oleh -199 views
MENJELASKAN. Kepala Dinas Perdagangan Mamuju Imelda Pababari memberikan penjelasan kepada sejumlah agen, di kediamanya, Senin 30 Maret 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kepala Dinas Perdagangan Mamuju Imelda Pababari melakukan rapat terbatas bersama sejumlah pangkalan LPG di Mamuju.

Rapat tersebut dalam rangka memastikan stok dan harga LPG 3 kilogram di Mamuju, dengan menghadirkan sejumlah agen seperti Mitratama Karema, Hasman di Bambu dan PT Hamirna di Karema. Rapat berlangsung di kediaman Kadis Perdagangan Mamuju Jalan Andi Dai, Kelurahan Binanga Mamuju.

Hal tersebut dilakukan Imelda Pababari, setelah melakukan rapat bersama Bupati Mamuju Habsi Wahid, sebagai langkah antisipasi terhadap wabah virus covid-19, agar tidak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga.

Kepala Dinas Perdagangan Mamuju Imelda Pababari, mengatakan pihaknya sengaja memanggil sejumlah agen yang ada di Mamuju untuk memastikan isu yang berkembang terkait kenaikan harga tabung gas tiga kg.

“Bahwa isu tersebut tidak benar, kami sudah mengkonfirmasi kepada tiga agen tersebut,” kata Imelda Pababari, Senin 30 Maret.

Ia menambahkan bahwa, pemerintah kabupaten tidak pernah melakukan pembatasan terhadap tabung gas, di tengah wabah virus corona.

Dari hasil pertemuan, Lanjut Imelda, pihak Dinas Perdagangan, telah mengimbau kepada agen untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran kepada masyarakat dan menyampaikan kepangkalan terkait harga.

“Sesuai harga eceran tertinggi (het) harga tabung dari agen ke pangkalan di kabupaten Mamuju itu Rp15 ribu,” ucapnya.

Imelda, menekankan kepada para agen untuk menyampaikan kepada setiap pangkalan untuk tidak mengambil keuntungan yang tidak masuk akal di tengah wabah virus corona.

“Apabila kita temukan di lapangan ada agen dan pangkalan yang melakukan tindakan di luar koridor yang ada, maka akan ditindak,” tegasnya.

Sementata Agen PT Hamirna, Nova Anggereany, mengatakan jatah yang diterima dari pertamina tidak mengalami perubahan.

“Kalau masalah kelangkaan itu tidak ada. Namun biasnya kelangkaan itu akibat ada permainan dari pengecer,” ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya hanya melakukan pembatasan kepada pengecer dengan memberikan 30 persen kepada pengecer.

Pihaknya juga menampik tentang adanya kenaikan harga, karena ia tetap mengacu kepada het yang ada. Namun pihak agen telah lama mengusulkan kepada pemerintah untuk dilakukan kenaikan het.

“Kami akan mengimbau kepangkalan untuk tidak melakukan penumpukan tabung di setiap pangkalan di tengah wabah virus corona,” katanya.

Sementara Lurah Binanga, M Taupik Akbar, mengatakan dari hasil rapat tersebut pihak kelurahan akan melakukan pengawasan terhadap sejumlah agen dan pengecer di wilayahnya.

“Kami dari kelurahan Binanga akan ikut melakukan pemantauan bersama Dinas Perdagangan bersama agen akan melakukan pemantauan terhadap kelangkaan tabung gas 3 kg,” kata Taupik.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik terhadap isu yang berkembang mengenai kelangkaan tabung elpigi 3 kg. (idr/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *