Tangani Covid-19, Pendatang Asal Matakali Dijemput di Perbatasan

oleh -795 views

MATAKALI, SULBAR EXPRESS – Cegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid -19), pendatang asal Kecamatan Matakali Kabupaten Polman akan dijemput di daerah perbatasan Provinsi Sulsel – Sulbar maupun di perbatasan Kabupaten Polman dan Majene.

Menjawab keresahan masyarakat terkait virus corona, Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin bersama empat anggota DPRD lainnya asal Kecamatan Matakali berinisiatif menggelar rapat koordinasi (Rakor) membentuk tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 bersama Camat Matakali, Sulaeman, para kepala desa, Puskesmas, tokoh pemuda, tokoh agama, Danramil Wonomulyo dan Babinkamtibmas Matakali. Berlangsung di aula Taman Kebangsaan Partai Kebangkitan Bangsa, Polman, Selasa 31 Maret.

Pada rakor tersebut, Danramil Wonomulyo, Kapten Inf Syarifuddin berharap pemerintah daerah segera membentuk Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati yang bisa menjadi acuan dalam penanganan Covid-19.

” Kalau kita mau bertindak harus ada ketegasan dari Pemda membentuk Perda terkait penanganan Corona. Contoh kalau kita karantina warga pendatang dari daerah pandemik apakah keluarga mereka mau menerima kalau keluarganya di karantina,” jelasnya.

Selain itu, kata Danramil, kendala menerapkan karantina lokal bagi warga pendatang yaitu biaya konsumsi, penularan virus di dalam tempat karantina dan minimnya ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis.

“Walaupun di perbatasan ada Satgas tapi tidak bisa menjamin. Misalnya kemarin ada pemudik suhu tubuhnya di atas 38 derajat tapi tidak ada ketegasan juga untuk di karantina, ini seperti kerja sia-sia,” ucap Kapten Inf Syarifuddin.

Ia menambahkan penyebaran virus corona harus dicegah semaksimal mungkin, ibaratnya jangan nanti ada rumah yang terbakar baru panggil pemadam kebakaran karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

“Inikan termasuk kecolongan, saran saya kalau ada rencana karantina, betul-betul harus disosialisasikan dulu,” kata Syarifuddin.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Matakali, H. Ahmad mengungkapkan sudah ada lima warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tersebar di wilayah Kecamatan Matakali.

” Semua ODP itu intens kami pantau,” singkatnya.

Sedangkan, anggota DPRD Polman asal Matakali, Faridudin Wahid menuturkan pembentukan tim Gugus Tugas Matakali merupakan kepedulian bersama memproteksi seluruh warga Matakali dari penyebaran virus corona.

“Alhamdulillah kemarin ada komitmen kita di DPRD ini membahas merelokasi anggaran apabila ada pembiayaan tidak mendesak dialihkan saja ke penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Di sela-sela rakor tersebut, Wakil Ketua DPRD Polman, Amiruddin memesan 50 set alat pelindung diri (APD) yang akan dibagikan kepada tim Gugus Tugas Covid-19 Matakali. Sebab kata dia, penjemputan pemudik asal Matakali akan dibawa ke posko induk kemudian disampaikan bagaimana supaya tidak berkeliaran lalu dilanjutkan dengan isolasi mandiri.

“Nanti kita lihat perkembangannya kalau memang belum efektif kita akan karantina,” imbuhnya.

Menurut Amiruddin, di Kecamatan Matakali terdapat sejumlah kompleks perumahan yang sebagian penghuninya tidak ber kartu tanda penduduk (KTP) Matakali.

“Nanti akan dievaluasi bersama tim, yang pasti semua pemudik yang berasal dari Matakali kita akan jemput,” tuturnya. (ali/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *