Kasus Warga Mamuju Positif Covid-19, Hasil Tracing Pasien Terpapar di Makassar

oleh -342 views
Jubir Gugus Tugas Sulbar Safaruddin Sanusi DM memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa 7 April 2020.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Bertambahnya pasien positif covid-19 di Sulbar membuat pertanyaan besar bagi publik. Ini karena data yang dikeluarkan tim Gugus Tugas Sulbar bahwa pasien positif sementara isolasi mandiri.

Jubir Gugus Tugas Sulbar Safaruddin Sanusi DM mengatakan terkait kasus 02 positif covid-19 telah dilakukan tracking oleh tim Gugus Tugas bersama Dinas Kesehatan ke Sulsel dan pusat.

“Penelusuran dan tracking terhadap keluarga kasus 02 di Mamuju sejak tanggal 5 April 2020 sampai dengan 7 April 2020 yang dilakukan oleh tim surveilans provinsi dan kabupaten,” kata Safaruddin, Selasa 7 April.

Ia menambahkan tim surveilans provinsi melakukan penelusuran atau pelacakan informasi terkait kasus positif 02 Re surveilans Dinkes Provinsi Sulsel dan berkoordinasi dengan dokter yang menangani kasus 02 di RS Pelamonia sampai dengan pukul 23.00 Wita.

“Pada tanggal 6 April 2020, Dinkes Provinsi Sulbar melalui tim surveilans melakukan koordinasi melalui surat dan komunikasi telpon ke BBLK Makassar selaku laborotorium pemeriksa sampel Swab kasus 02 untuk mengkonfirmasi hasil laboratirium PCR. Selanjutnya pada Pukul 13.08 WITA menerima surat resmi dari BBLK Makassar Nomor; SR.05.02/XL.I|I.2/651/2020 yang menyatakan pasien tersebut benar positif covid-19,” tambahnya.

Safaruddin juga menyampaikan bahwa pasien positif covid-19 tersebut merupakan warga Mamuju, dimana pasien meninggalkan kota Mamuju pada tanggal 15 Maret 2020 menuju Makassar, tanggal 25 Maret. Yang bersangkutan merasakan demam dan pada tanggal 27 Maret 2020 dirawat di RS Pelamonia kemudian dilakukan pengambilan Swab dan hasilnya positif covid-19.

“Kasus 02 sementara isolasi mandiri di Makassar di bawah pengawasan ketat Satgas covid-19 kota Makassar. Kasus 02 tidak ada yang pernah kontak dengan pasien 02 sejak meninggalkan kota Mamuju tanggal 15 maret 2020 sampai sekarang. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kasus 02 bukan transmisi lokal di Mamuju,” ungkap Safaruddin.

Sedangkan, salah satu keluarga korban yang merupakan mantan Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin mengklarivikasi informasi terkait dengan virus corona bahwa memang salah satu anggota keluarganya terpapar virus corona di Makasar.

“Dia berada di Makassar sejak awal Maret 2020, dan saat ini kondisinya sangat baik sehingga direkomendasikan oleh petugas kesehatan untuk dilakukan isolasi mandiri dan alhamdulillah telah dilakukan isolasi mandiri di Makassar,” ucap Ismail melalui akun Facebook resminya, Selasa 7 April.

Selain itu, lanjut Ismail, tidak benar kalau ada pihak yang mengatakan anak tersebut disembunyikan karena ingin ditutup tutupi, pihaknya menepis isu tersebut.

“Tidak ada juga pihak baik petugas ataupun media yang minta klarifikasi kemudian kami tidak jelaskan, tidak benar juga adanya informasi bahwa anak itu dua kali lari dari ruang perawatan. Karena saya yakin tidak mungkin kita bisa lari kalau benar-benar kita dalam ruang isolasi yang ditangani oleh petugas medis,” jelasnya.

Ismail juga menuturkan siapa saja boleh kena virus termasuk virus corona jika tidak hati-hati dalam berintereksi sosial. Untuk itu ia mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga interaksi dengan setiap orang.

“Saya mengimbau agar kita semakin cerdas berintereksi di media sosial agar terjaga keharmonian hidup kita bersama. Demikian klarifikasi kami dan saya harap tidak ada lagi berita-berita yang membingungkan masyarakat,” tandasnya. (hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *