BPD Sulbar Gelar Rapat Virtual Bersama BPP HIPMI

oleh -663 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Wabah corona yang melanda dunia serta Indonesia memberikan banyak dampak negatif. Kondisi ini bahkan membuat sejumlah negara mengalami krisis ekonomi dan kesehatan.

Di Indonesia sendiri, dikabarkan banyak pengusaha yang mengalami kerugian akibat wabah corona. Imbasnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) disejumlah sektor usaha.

Menanggapi kondisi ini, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Sulbar menggelar rapat virtual bersama Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Minggu 17 Mei 2020.

Hadir pada rapat tersebut Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming, Ketua Bidang II Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI Ajib Hamdani dan sejumlah pengurus BPP HIPMI. Selain itu hadir pula Ketua Umum BPD HIPMI Sulbar Jufri Mahmud, Sekretaris Umum BPD HIPMI Sulbar Andi Ian Rusali, para ketua Bidang, dan Ketua Umum BPC HIPMI.

“Rapat ini kita konsep agak rileks saja. Tapi intinya adalah sebagai bentuk usaha menyelesaikan masalah dalam menghadapi pandemi corona,” kata Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming saat membuka rapat.

Ia menambahkan, secara umum sejumlah pengusaha mengalami penurunan pendapatan selama masa wabah corona. Namun demikian pengusaha muda tidak boleh pasrah dalam menghadapi situasi ini.

“Inilah gunanya kita bersua secara virtual. Mari kita bahas apa saja yang bisa kita lakukan agar kita bisa tetap survive saat menghadapi masa sulit ini,” imbuh Mardani.

Sementara itu, Ketua Bidang II Keuangan dan Perbankan Ajib Hamdani menjelaskan, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan oleh pengusaha muda dalam menghadapi pandemi corona. Antara lain, pengajuan relaksasi kredit kepada pembiayaan serta perbankan.

“Jika teman-teman di daerah menghadapi kesulitan untuk upaya relaksasi kredit, mohon buat laporanya ke kami secara jelas dan terinci. Nanti akan kami dampingi ke pembiayaan serta perbankan di pusat,” terang Ajib Hamdani.

Kemudian, sambung Ajib Hamdani, cara lain yang dapat dimanfaatkan oleh para pengusaha adalah pemanfaatan kebijakan intensif pajak penghasilan ditanggung pemerintah. Peluang ini berlaku bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan peredaran bruto setahun tidak lebih dari Rp 4,8 miliar.

“Untuk memanfaatkan insentif pajak ini secara penuh selama 6 bulan termasuk masa pajak April 2020, segera dapatkan Surat Keterangan PP 23 paling lambat 20 Mei 2020. Jadi sisa waktu tinggal beberapa hari lagi untuk fasilitas ini,” terang Ajib Hamdani.

Ketua Umum BPD HIPMI Sulbar Jufri Mahmud mengaku sangat berterima kasih kepada Ketua Umum BPP HIPMI dan pengurus BPP HIPMI lainya.

“Saya kira ini adalah kesempatan luar biasa bagi kita pengurus BPD HIPMI Sulbar dan BPC HIPMI se Sulbar bisa rapat bersama melalui vidcon dengan Ketua Umum BPP HIPI Mardani H Maming. Banyak hal yang di lbicarakan terkait dampak ekonomi akibat covid-19 bagi para anggota HIPMI Sulbar dan UMKM pada umumnya seperti omset yang turun drastis, bahan baku yang susah, distribusi barang terbatas dan kesulitan permodalan dari lembaga keuangan,” terang Jufri Mahmud.

Ia menambahkan keresahan ini ditanggapi oleh Ketum Mardani H Maming yang akan memfasilitasi atau akan melakukan pendampingan ke otoritas pusat (OJK) terkait kendala relaksasi kredit di lembaga keuangan yaitu perbankan dan lembaga finance.

Selain itu, sambung Jufri, BPP HIPMI melalui Ketua Bidang II bang Ajib Hamdani dalam memaksimalkan pendampingan meminta data secara detail anggota HIPMI atau UMKM yang mengalami kendala dalam relaksasi kredit atau relaksasi perpajakan. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *