Pemkab Mamuju Kumpulkan Berkas, DPRD Sulbar Gali Isu Penjualan Pulau

oleh -364 views

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Salah satu pulau yang dimiliki Sulbar terletak di Kepulauan Balabalakang telah terjual kepada salah satu pengusaha dari Kalimantan.

Penjualan pulau tersebut dilakukan sepihak oleh oknum masyarakat setempat tanpa melalui jalur koordinasi dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

Sehingga, banyak pihak menyayangkan atas kejadian ini. Diketahui pulau tersebut bernama pulau Malamber yang masih dalam wilayah Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju.

Ketua DPRD Sulbar Sitti Suraidah Suhardi mengatakan apa yang terjadi ini sangat melanggar aturan dari pemerintah bahwa tidak ada yang menjual pulau.

“Ini juga sudah disampaikan oleh pak Menteri Kelautan dan Perikanan. Apalagi pulau itu dijual sama pengusaha,” kata Suraidah, Kamis 11 Juni.

Sedangkan, anggota Komisi II DPRD Sulbar Hatta Kainang sangat menyayangkan adanya penjualan pulau yang dimiliki Sulbar khususnya di Mamuju.

“Yang jelas kami komisi II akan segera mengagendakan pertemuan dengan pihak terkait karena komisi kami membidangi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP, red),” ucap Hatta.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil pihak terkait untuk membahas persoalan ini.

“Tentu kami akan memanggil Camat Balabalakang, kepala Biro Hukum Sulbar, DKP Sulbar, pemerintah kabupaten, Kepala Biro Pemerintahan dan Asisten Bidang Pemerintahan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Hatta Kainang, DPRD Sulbar akan mengambil sikap atas terjadinya penjualan pulau tanpa melalui ketentuan yang ada, apalagi melanggar aturan.

“Iya kita akan sikapi karena ini sudah jadi informasi dan menyangkut kewenangan serta perlindungan wilayah kita,” tandasnya.

Sementara itu, terkait isu penjualan pulau Malamber di Balabalakang, Pemkab Mamuju kini mulai mengusut kebenaranya.

Diketahui sebelumnya bahwa pulau Malamber telah dijual seharga Rp2 miliar, namun baru terbayarkan sebesar Rp200 juta.

Bupati Mamuju, Habsi Wahid mengatakan, sebelumnya pemerintah kecamatan telah melaporkan terkait pembelian tanah di pulau Malamber, Kecamatan Balabalakan, Kabupaten Mamuju.

“Ada katanya yang membeli tanah di atas pulau, jadi bukan membeli pulau, yang penghuninya kosong,” kata Habsi Wahid.

Ia menambahkan, itu sudah menjadi fokus pemkab untuk melakukan pendalaman terhadap penjulan tanah di pulau tersebut.

“Itu sudah dilaporkan oleh masyarakatnya, kemudian Pak Gubernur juga sudah merespon. Melihat dan juga pak Kajati juga sudah mendengar dan sementara kita mencari apa motif dari penjualan tersebut,” ucapnya.

Habsi juga mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepada Camat Balabalakang untuk mengumpulkan sejumlah berkas.

“Saya sudah meminta ke camat untuk bukti-bukti jual beli dan pak Kajati sudah memanggil camatnya dan kepala desanya. Karena di situ ada batas kewenangan pamkab dan batas kewenangan provinsi,” tandasnya. (idr/hab/sol)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *