Kecam Tuntutan Jaksa Atas Kasus Novel Baswedan, PMII Mamuju Bawa Keranda ke Taman Karema

oleh -116 views
Kader PMII Mamuju menggelar aksi damai mengutuk tuntutan jaksa atas kasus penyiraman air keras terhadap Nove Baswedan.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – Kasus tuntutan jaksa atas pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan mendapat reaksi kecaman dari PMII Mamuju. Mereka menilai tuntutan jaksa tidak masuk akal dan berpotensi menciderai hukum.

Sebagai bentuk protes, puluhan kader PMII Mamuju menggelar aksi damai di Taman Karema Mamuju, Minggu 14 Juni 2020. Mereka membawa keranda yang bertuliskan “Matinya hukum di Indonesia”.

“Kegiatan yang kami lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap tuntutan jaksa atas kasus Novel Baswedan yang tidak logis. Bagaimana mungkin kasus menggegerkan publik serta ditarik ulur selama tiga tahun hanya dituntut setahun penjara,” kata Ketua PMII Cabang Mamuju Muhammad Hassanal.

Ia berharap agar jaksa melihat kasus ini secara benar dan tidak terkesan berat sebelah. Sebab tuntutan setahun penjara bagi pelaku kejahatan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dianggap tidak masuk akal.

“Tidak cukup dengan kata maaf dan tidak sengaja dari pelaku hingga membuat jaksa hanya menuntutnya satu tahun penjara. Karena kedepannya kejahatan bukan hanya akan terjadi kepada Novel Baswedan tapi bisa terjadi kepada siapa saja jika jaksa kita modelnya seperti ini,” imbuh Hassanal.

“Kami menuntut untuk pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal. Negara tidak boleh kalah oleh mafia hukum di Indonesia, penegak hukum kita terutama jaksa tidak boleh menghianati keadilan yang semakin sulit kita temukan saat ini. Jaksa harus berada di garda terdepan pemberantasan korupsi dan tidak berpihak pada kelompok jahat dan oligarki,” tandas Hassanal. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *