AAS Ingatkan Warga Sulbar Patuhi Protokol Kesehatan

oleh -62 views
FOTO: IDRUS IPENK AAS, Mantan Gubernur Sulbar dua periode Anwar Adnan Saleh bersama, Wakil Gubernur Sulbar yang juga istrinya Enny Anggraeny Anwar. Mamuju Senin, 22 Juni.

MAMUJU, SULBAR EXPRESS – New normal ditengah wabah covid-19 masih menjadi perhatian khusus seluruh pihak khususnya mantan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh angkat bicara terkait kondisi new normal ditengah covid-19, lantaran sejumlah masyarakat banyak tak indahkan protokol kesehatan.

Mantan Gubernur Sulbar dua periode, Anwar Adnan Saleh mengajak seluruh warga Sulbar untuk mematuhi protokol kesehatan di masa tatanan normal baru atau new normal. Dia tak ingin warga Sulbar abai terhadap protokol kesehatan hingga terjadi ledakan positif Covid-19.

“Sebagai sesama warga Sulbar saya semakin prihatin dan prihatin dengan semakin meroketnya warga Indonesia yang Positif Covid-19. Makin bertambah pula yang meninggal di dunia tidak terkecuali para garda terdepan (tenaga kesehatan) dalam penanganan virus berbahaya ini,” ucapnya, Senin, 22 Juni.

Dia juga berharap pemerintah daerah mengintensifkan edukasi ke masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi protokol kesehatan dari WHO maupun Kemenkes RI. Politisi Nasdem ini tidak ingin kejadian memiriskan di Madura terjadi di Sulbar.

Sekadar diketahui duka mendalam dialami oleh keluarga tenaga kesehatan di Madura dalam kurun waktu 13 hari beruntun. Suwito ayah perawat senior di Sampang wafat 7 Juni, 39 jam kemudian istrinya Sri Rahayu, seorang bidan, wafat menyusul suaminya. Delapan hari kemudian, 15 Juni, anak kedua mereka dr. Deni Dwi Yuniarta juga wafat menyusul kedua orangtuanya.

Anak sulungnya, dr Anang Eka Kurniawan juga menyusul orangtua adiknya ikut berpulang ke Rakhmatullah, Jumat, 19 Juni. “Innalillahi wainailaihi rojiun. Semoga Allah terima amal ibadah mereka. Aamiiin,” kata Anwar.

“Ini adalah realitas yang dihadapi. Para tenaga kesehatan tidak meminta dipuja, tidak minta disanjung. Kalau memang anda harus keluar rumah karena pekerjaan dan perputaran ekonomi, insya Allah mereka akan memahami. Tapi jangan curigai mereka mengada-ada dengan penyakit ini,” bebernya.

Olehnya, dia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mengenakan masker dan face shield saat keluar rumah. Tetap jaga jarak. Tetap cuci tangan sesering mungkin.

“Jangan anggap remeh penyakit ini, sudah banyak korbannya, bahkan nakespun sudah banyak yang gugur. Jangan sia2kan pengorbanan nyawa mereka.” (idr/).



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *