Demi Kelestarian Penyu, Putra Tebus Telur Penyu di Pasar

oleh -15 views

sulbarexpress.fajar.co.id, POLEWALI – Hewan penyu yang dilindungi undang-undang untuk tidak diperjual belikan telurnya, nampaknya dihiraukan oleh sebagian orang bahkan diduga disengaja dijual dipasar Campalagian di Polman, Minggu 8 April.

Seorang pedagang wanita paruh baya terlihat memajang telur penyu untuk diperjual belikan di pasar Campalagian, padahal telur penyu tersebut dilindungi berdasarkan undang-undang untuk tidak diperjual belikan karena penyu adalah hewan yang terancam punah olehnya keberadaannya sangat dilindungi.

Salah seorang pemerhati lingkungan juga anggota Sahabat Penyu Putra Ardiansya langsung mendatangi lokasi pasar tempat telur penyu itu dijual. Setibanya dipasar, Putra langsung  menyampaikan pada penjual telur penyu itu bahwa apa yang dia jual dilarang oleh pemerintah dan dilindungi Undang-undang.

“Saat saya dapat info ada telur penyu dijual. Saya langsung mendatanginya dan memberi tahu si penjual bahwa itu dilarang,” kata Putra.

Namun, saat dirinya memberitahukan si penjual telur penyu bahwa hal itu dilarang diperjualbelikan bahkan  si penjual sudah tahu jika telur penyu dilindungi tetapi karena faktor ekonomi sehingga terpaksa dilakukan.

“Saat saya tanya, penjualnya tahu kalau telur penyu itu dilarang,” ucap Putra.

Putra pun memutuskan untuk membeli semua sisa telur penyu yang ada sebanyak 23 butir dengan harga Rp. 10.000 per delapan butir agar bisa dibawanya pulang untuk dbuatkan tempat menetas.

“Nanti akan dibuatkan sarang alami di pantai Lapeo dengan harapan agar telur penyu itu bisa menetas menjadi tukik,” terangnya.

Terpisah, Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai saat dikonfirmasi berjanji akan menindak lanjuti laporan adanya penjulan telur penyu di pasar Campalagian.

“Insya Allah kami akan tindak tegas,” ungkap Rifai melalui pesan whatsapp.(ali/hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *