Kembangkan Konsep Perkebunan Berbasis Pangan, Sulbar Bakal jadi Daerah Percontohan

oleh -33 views

sulbarexpress.fajar.co.id, MAMUJU – Pemprov Sulbar bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Hasil Pertanian (Balitbangtan) menggelar kegiatan tanam perdana bibit kakao serta memberi bantuan bibit di Desa Batu Ampa, Kecamatan Papalang, Mamuju Sabtu 14 April.

Pada kegiatan itu, sebanyak enam jenis bibit yang disalurkan oleh Balitbangtan kepada kelompok tani masyarakat. Diantaranya bibit kakao, jagung, kedelai kelapa, kopi serta padi yang merupakan varietas unggul yang sedang dibudidayakan oleh Balitbangtan RI.

Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir saat ditemui usai kegiatan mengungkapkan kegiatan tersebut berdasarkan arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan juga sebagai implementasi Balitbangtan dalam menyambut tahun pembenihan 2018.

“Tahun ini merupakan tahun pembenihan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Kami selaku Balitbangtan akan terus meningkatkan target-target hasil perkebunan, pangan dan agrikultur di Indonesia. Sesuai arahan pak Menteri untuk memberikan bantuan penuh pada daerah yang berfokus pada pertanian, salah satunya Sulawesi Barat,” ungkap Muhammad Syakir.

Untuk Sulbar sendiri, sebanyak 35.00 ton benih jagung akan segera disalurkan oleh Balitbangtan. Sedangkan untuk komoditi tanaman perkebunan lain, Balitbangtan juga menyiapkan bibit apabila diminta. Muhammad Syakir mengaku akan memenuhi setiap permintaan petani melalui Pemprov berapapun yang diinginkan.

“Hal ini sebagai bagian dari peningkatan taraf hidup petani, dengan bibit yang unggul maka hasil perkebinan dan pertanian juga akan meningkat sehingga diharapkan ekonomi petani juga ikut meningkat,” ungkapnya.

Ditambahkan, Balitbangtan sedang membuat konsep model perkebunan berbasis pangan. Hal tersebut dikembangkan karena menurut Kementerian Pertanian kedepannya kebutuhan pangan ini tidak bisa lagi hanya bertumpu terhadap padi sawah, jadi Balitbang ditugaskan untuk mendesain dan mengembangkan tanaman diluar padi pada lahan kering, dengan potensial lahan kering itu dibuat perkebunan.

“Sulbar ini akan menjadi suatu model pengembangan pangan berbasis perkebunan. Itu berarti Sulbar akan menjadi percontohan nasional dimana perkebunan itu juga sebagai sumber pangan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Barat, Alibaal Masdar mengungkapkan apresiasinya kepada Balitbangtan atas bantuan bibit dan benih ke wilayahnya. Ia sesumbar, dengan bibit bantuan tersebut akan menjadikan Sulbar sebagai daerah percontohan untuk hasil perkebunan.

“Sebagian besar masyarakat kita bergerak di sektor pertanian dan perkebunan. Dengan adanya bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi contoh wilayah lain dalam pengembangan hasil perkebunan,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada para petani Sulbar untuk juga menerapkan konsep tanam tumpangsari atau menanam dua jenis tanaman didalam satu lahan untuk mendapatkan hasil lebih baik.

“Misalkan petani kakao, jangan hanya tanam kakao saja, tapi juga tanam yang lain seperti jagung dan lainnya. Ini agar ada peningkatan ekonomi, selain itu juga bisa (daunnya, red) dijadikan pangan ternak sehingga semua sektor pangan kita meningkat,” tambahnya.

Ia juga berjanji akan membangun sebuah badan usaha yang bakal mengelola hasil perkebunan dan pertanian di Sulbar dalam rangka hilirisasi hasil panen masyarakat petani.

“Nanti kita akan bangun pabrik yang menampung semua hasil pertanian masyarakat,” tandasnya. (bal/sol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *